Connect with us

Berita Utama

Rapat Pansus LKPJ Tertutup, DPRD Terkesan Tak Mau Borok Pemprov Lampung Ketahuan

Published

on

Foto: rapat pembahasan Pansus LKPJ lanjutan yang digelar secara tertutup untuk awak media

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov Lampung Tahun Anggaran (TA) 2020 di Ruang Rapat Komisi kembali digelar secara tertutup untuk awak media, Kamis (20/5/2021).

Tertutupnya rapat tersebut, mengundang kecurigaan publik dan menimbulkan asumsi bahwa DPRD terkesan tak mau keburukan (Borok) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ketahuan. Kesan itu semakin diperkuat dari pernyataan Ketua Pansus LKPJ Abdullah Surajaya.

Ia menyebut, tertutupnya rapat Pansus LKPJ ini agar hal-hal yang buruk atau kekurangan data dan lainnya, yang terungkap dalam proses pembahasan tidak diketahui publik.

“Dikhawatirkan nanti ada data dari OPD yang tidak sinkron dan dipublikasikan media, takutnya akan menimbulkan persoalan baru. Hal ini yang kita jaga untuk menjaga kondusifitas Lampung,” dalihnya.

Surajaya sapaan akrabnya kembali mengatakan, pihaknya hanya ingin hal-hal yang baik saja yang diketahui oleh masyarakat Lampung. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Sementara itu, saat dikonfirmasi soal rapat Pansus LKPJ yang tertutup, Asisten Administrasi Umum Minhairin mewakili Sekdaprov Fahrizal berdalih, bahwa dirinya tidak mengetahui alasan secara pasti kenapa rapat pembahasan Pansus LKPJ tertutup untuk awak media.

“Saya juga tidak tahu pasti alasannya kenapa rapatnya tertutup untuk awak media,” ujarnya seraya sambil bergegas meninggalkan awak media. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Mirza: Jadikan Momentum HUT RI ke-78 Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045

Published

on

Foto: (kiri) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) Ketua DPD Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua DPD Partai Gerindra Lampung H. Rahmat Mirzani Djausal mengajak segenap elemen bangsa, terutama generasi milineal dan generasi Z, untuk menjadikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) sebagai momentum menyongsong Indonesia Emas pada 2045.

Menurut Mirza, sapaan akrabnya, generasi milineal dan generasi Z akan menjadi penggerak utama Indonesia ketika berusia 100 tahun pada 2045.

“Seperti apa Indonesia dan perannya di dunia sangat ditentukan oleh anak-anak muda sekarang, karena mereka nanti yang akan jadi pemimpin di berbagai bidang, saat Indonesia berusia 100 tahun,” kata Mirza sapaan akrabnya, Kamis (17/8/2023).

Mirza juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemangku kebijakan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) generasi milenial yang menjadi bonus demografi Indonesia.

“Bonus demografi yang dialami Indonesia ini hanya akan berkah, jika SDM kita berkualitas, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman dan sejajar dengan negara di berbagai belahan dunia. Hendaknya bonus demografi ini menjadi berkah, bukan musibah,” kata Mirza, yang juga mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung itu.

Sektor pendidikan yang menghasilkan para wirausahawan, kata Mirza, menjadi kunci bagi pembentukan karakter para pemimpin di era Indonesia emas. Itu sebabnya, Partai Gerindra, dalam berbagai program menjadikan pendidikan sebagai program utama dalam memperjuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APNN) dan Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Lanjut Mirza, Partai Gerindra, turut mendukung kebijakan pemerintah yang pada 2023 mengalokasikan anggaran pendidikan yang dikucurkan dari pembiayaan APBN mencapai Rp612,2 triliun.

Pembiayaan itu, merupakan paling tinggi sepanjang sejarah. Ini merupakan salah satu komitmen Pak Prabowo untuk melanjutkan program Presiden Jokowi dalam mengawal anak-anak muda kita mempersiapkan Era indonesia emas 2045 mendatang.

Selain itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung tersebut kembali mengajak untuk menjadikan peringatan HUT ke-78 RI ini diorientasikan merajut semangat kebangsaan yang menjadi modal kemerdekaan. Merajut semangat kebangsaan ini, menjadi sangat penting di tengah tahun politik dan menyongsong Pemilu 14 Februari 2024.

“Saat ini, diakui atau tidak masyarakat kita terbelah dalam berbagai kelompok karena perbedaan pilihan. Namun, perbedaan itu hendaknya kita jadikan sebagai dampak demokrasi. Kita harus terus belajar berdemokrasi, sebagai modal untuk pembangunan. Perbedaan jangan dijadikan permusuhan, tapi sebagai modal adu gagasan dan ide dalam membangun bangsa ini,” kata Mirza. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading