Connect with us

Bandar Lampung

AWG dan MINA Biro Sumatera Adakan Diskusi Bersama ACT Lampung

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Al-Aqsa Working Group (AWG) Biro Lampung dan Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA) Biro Sumatera, mengadakan silaturahim dan diskusi bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung terkait sejarah Palestina dari masa ke masa, Senin (31/05/2021)

Head of Marketing ACT Lampung Hermawan Wahyu Saputra saat membuka dialog memaparkan, saat ini media sosial menguasai dan yang mengendalikan netizen dalam membentuk pola pikir dan pemahamannya terkait Palestina, dan hingga saat ini ternyata masih ada netizen yang pemahamannya terbalik bahwa Palestina merebut tanah yang telah dikuasai oleh Zionis Yahudi.

“Kenapa kita harus membuka sejarah lagi, karena saat ini media sosial yang menguasai segala bentuk Informasi, apa yang dipikirkan netizen ditentukan apa yang dia lihat di media sosial, dan tidak semua informasi yang ada itu tepat dan terpercaya, bahkan masih ada yang pemahamannya terbalik soal Palestina, Ini yang harus kita luruskan baik dari atas sampai pada akar-akarnya. Masih banyak warga desa yang kalau ditanya apakah yang terjadi di Palestina? Itu jawabannya tidak sesuai,” ujar Hermawan.

Ia mengungkapkan, ACT Lampung sedang berusaha memberikan edukasi di berbagai lapisan masyarakat dan ini sejalan dengan program dari AWG dan MINA.

“Semua kita kumpulkan dan kita edukasi soal sejarah Palestina secara mendalam, bahwasanya kita punya punya tanggung jawab terhadap Palestina,” ungkapnya.

“Sejarah ini yang akan kita gaungkan terus kepada masyarakat melalui edukasi-edukasi. Saat ini yang sudah kita lakukan itu galang dana, mengumpulkan donasi. Namun, apa artinya ketika kita menyalurkan dana besar ke Palestina tetapi dari sisi diplomatik untuk pembebasan Palestina itu tidak berjalan dan pengetahuan masyarakat juga masih terbatas soal Palestina,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Kantor Berita Islam MINA Biro Sumatera, Nurhadis menekankan advokasi ini bisa diserap seluruh lapisan masyarakat termasuk wartawan, karena itu mungkin juga akan menambah wawasan KePalestinaan dan membuat teman-teman jurnalis untuk lebih peduli terhadap Palestina.

“Kalau wartawan memahami betul permasalahan di Palestina, tentu akan muncul tulisan-tulisan yang dapat mengedukasi masyarakat pembaca media,” katanya.

Untuk itu, Hadis mengusulkan agar diadakan program sayembara penulisan artikel Al-Aqsha dan Palestina untuk wartawan se-Lampung.

Ketua AWG Biro Lampung, M Waliyulloh menyambut pembicaraan menyatakan, AWG siap untuk sosialisasi terkait sejarah Al-Aqsa dan Palestina, baik dari segi materi sosialisasi dan juga tenaga edukasi.

“Karena memang penting sekali edukasi ini, bahkan kalau mau membahas sejarah Palestina dan Yahudi kalau bisa kupas dari sejak diciptakannya manusia,” tuturnya.

Harapannya ke depan, tercipta kerjasama yang baik antara AWG dan ACT dalam langkah-langkah teknis, seperti penyediaan SDM Duta Muda Al-Quds oleh AWG untuk sosialisasi ke masyarakat, bersama dengan MRI dan ACT di berbagai kabupaten se-Lampung.

AWG juga siap mengadakan Dauroh Al-Quds dan mengundang lembaga-lembaga peduli Palestina sebagai bagian dari advokasi.

Hadir juga pada silaturahim tersebut, Kepala Sub-Regional ACT Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), Dian Eka Darma Wahyuni, Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Hizbullah (FKMH) Lampung, Rifqi Maulana Akbar, Ketua beserta Staff AWG Biro Lampung. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.

Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).

Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.

Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.

Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.

“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.

Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.

Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

Facebook Comments Box
Continue Reading