Lampung Tengah
Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakor TP. PKK
Alteripost.co, Lampung Tengah-
Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad hadiri acara pembukaan Rapat Kordinasi (Rakor) TP PKK Provinsi Lampung, Senin (31/5/2021) di Ruang BJW Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah Nuwo Balak.
Bupati Lampung Tengah hadir di dampingi Kadis PMK Firdaus Rokain, Kadis Kesehatan dr. Otniel, Kadis KB Edwar Hartono, Ketua TP PKK Lampung Tengah Mardiana Musa Ahmad, Ketua 1 TP PKK Lampung Tengah Indria Sudrajat Ardito Wijaya dan anggota TP PKK Kabupaten Lampung Tengah. Rakor tersebut akan berlangsung dari tanggal 31 Mei sampai 4 Juni 2021.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengatakan, gerakan PKK adalah gerakan yang efektif dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam pembangunan, peningkatan kualitas hidup keluarga dan kualitas masyarakat pada umumnya.
Gubernur Lampung Arinal Djuanidi juga berharap kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Lampung, “agar memberi arahan dan pemikiran, serta mendukung supaya PKK lebih baik lagi dimasa yang akan datang”. Jelasnya. (*)
Lampung
Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan
Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.
“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar
Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.
“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.
Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.
Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

