Lampung Tengah
Tekan Angka kriminalitas, Bupati Musa Ahmad Apresiasi Jajaran Kepolisian
Alteripost.co, Lampung Tengah-
Keberhasilan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Tengah melakukan tindakan tegas terhadap gembong pelaku sejumlah kasus kriminalitas di Lampung Tengah, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak di kabupaten itu.
Salah satu pihak yang mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Lamteng yaitu Bupati Musa Ahmad.
Orang nomor satu di kabupaten bergelar Jurai Siwo itu menilai, kinerja Polres Lamteng sangat membanggakan.
Ucapan apreasiasi bupati ia sampaikan dengan mengirimkan karangan bunga yang tampak terlihat di halaman Mapolres Lampung Tengah, Kamis (27/5/2021).
“Saya (Musa Ahmad) atas nama Bupati Lamteng, mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menindak tegas (pelaku rampok dan begal berinisial ES) terhadap salah satu gembong kriminal yang sangat meresahkan masyarakat,” kata Musa Ahmad, Kamis (27/5/2021).
Musa Ahmad menambahkan, kinerja tegas kepolisian menindak pelaku kejahatan, merupakan salah satu bukti jika memberikan rasa aman kepada masyarakat adalah prioritas utama.
“Karena apabila keamanan di daerah kita sudah aman, maka jaminan sektor lainnya dapat terjaga. Hal ini sangat penting sehingga investor banyak masuk ke Lamteng,” kata Musa Ahmad.
Untuk itu, pihaknya siap berkoodinasi dalam membantu kinerja kepolisian, khususunya sinergitas keamanan hingga tingkat kampung.
“Apresiasi kepada Tekab 308 Satreskrim Polres Lamteng. Tingkatkan terus kinerja dalam mengamankan masyarakat, dan jangan kasih tempat kepada para pelaku kriminalitas yang meresahkan,” pungkasnya. (*)
Lampung
Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan
Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.
“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar
Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.
“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.
Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.
Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

