Politik
Gerakan Tebar Satu Juta Paket Kurban, PKS Lampung Potong 368 Hewan Kurban
Alteripost.co, Bandarlampung-
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) provinsi Lampung turut menyukseskan gerakan tebar satu juta hewan kurban yang dicanangkan oleh DPP PKS.
Pada Idul Adha tahun ini, PKS Lampung berhasil menghimpun hewan kurban sebanyak 368 ekor yang terdiri dari
148 Sapi, 204 kambing dan 15 Kerbau.
Saat memberikan sambutan sebelum prosesi pemotongan hewan kurban di lapangan parkir PKS Lampung, Kamis (22/7), Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim mengatakan, Idul Adha tahun ini PKS Lampung berhasil menghimpun hewan kurban sebanyak 368 ekor. Hewan kurban tersebut berasal anggota PKS, simpatisan, aleg pusat, aleg provinsi, aleg kabupaten dan kota , serta pekurban lainnya yang mempercayakan pengelolaan hewan kurbannya kepada PKS. Hewan-hewan kurban itu juga tersebar ke 15 kabupaten/kota se provinsi Lampung.
Mufti juga menjelaskan bahwa program kurban PKS Lampung ini merupakan bagian dari program DPP yang mengusung tema tebar satu juta paket kurban. PKS menyadari bahwa Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak terhadap kesehatan, tapi juga berdampak ke ekonomi. Dengan adanya program tebar satu juta paket kurban secara nasional, PKS berharap bisa berbagi kebahagiaan dihari raya Idul Adha ini.
“Kalau ditotal dari 368 ekor hewan kurban yang berhasil dihimpun itu setara dengan 44.375 paket. Semoga program PKS tebar satu juta paket kurban ini bisa memberikan kebahagiaan bagi masyarakat dimomentum Idul Adha ini,” kata Mufti. (rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

