Politik
DPD Gerindra Bersama PIRA Lampung Bantu Masyarakat Yang Menjadi Korban Rumah Roboh
Alteripost.co, Bandarlampung-
DPD Gerindra Lampung bersama Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Lampung bergerak, membantu masyarakat yang menjadi korban tiga rumah roboh akibat diterjang ombak laut di Kelurahan Pasar Kangkung, kecamatan Bumiwaras, Bandarlampung, Sabtu (31/07/2021).
Dalam keterangannya, Elly Wahyuni mengatakan bahwa DPD Gerindra Lampung bersama PIRA turut prihatin, atas musibah yang dialami masyarakat karena rumahnya roboh akibat diterjang ombak laut.
“Kita turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat, apalagi saat ini kondisi juga sedang Pandemi Covid-19. Semoga warga yang menjadi korban diberikan ketabahan,” kata Elly.
Wakil Ketua I DPRD Lampung tersebut juga menambahkan, sebagai aksi nyata dari Partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Pihaknya memberikan bantuan baik moril dan materil kepada masyarakat setempat.
“Selain menguatkan moral mereka, kita juga memberikan bantuan berupa sembako seperti beras minyak, gula, mie instan dan uang tunai bagi masyarakat yang menjadi korban,” ujar Elly.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan dan sudah puluhan tahun tinggal di sana, dengan membagikan 200 paket sembako. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan guna membantu warga yang terdampak langsung akibat Pandemi ini.
Ia pun berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat setempat.
“kita berharap bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban warga dari masyarakat di sini,” harapnya.
Perlu diketahui, kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Selain itu, dalam berjalannya giat yang dinakhodai Elly Wahyuni tersebut tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai aturan dari Pemerintah. (Gus)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

