Lampung
Gubernur Arinal Resmikan Posko Serbaguna Brigif 4 Mar/BS Peduli Covid-19 Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Arinal Junaidi bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, dan beberapa kepala Perangkat Daerah terkait, meresmikan Posko Serbaguna Brigif 4 Mar/BS Peduli Covid-19 Lampung, Jum’at (30/07/2021).
Lokasi Posko yang berada di lahan kosong milik PT. Asia Makmur tersebut, telah didirikan beberapa tenda darurat yang dipakai sebagai dapur umum, sarana istirahat untuk personil, fasilitas MCK personil dan fasilitas pendukung lainnya.
Dengan kekuatan personil yang diterjunkan sebanyak 100 orang, berasal dari Satuan Brigif 4 Mar/BS, Posko serbaguna tersebut setiap harinya menyiapkan sebanyak 1.000 paket makanan untuk membantu masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) di wilayah Bandar Lampung.
Bertindak sebagai penanggungjawab Posko Dan Brigif 4 Mar/BS, Kolonel Marinir Nawawi, SE. MM serta dikomando oleh Dansatgas Dan Yonif 7 Marinir, Letkol Marinir Budi Wijani.
“Tujuan didirikannya Posko ini adalah untuk membantu masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman), akibat Pandemi Covid-19 termasuk membantu masyarakat yang terdampak langsung Pandemi ini,” ungkap Dansatgas.
Sementara dalam sambutannya, Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa dengan memberikan dukungan logistik secara langsung, kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri akan mengurangi interaksi/ruang gerak dan dapat membantu memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
Gubernur memberikan apresiasi kepada Brigif 4 Mar/BS yang mendukung penuh penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung, dengan mendirikan Posko Serbaguna, juga kepada para donatur dari beberapa pengusaha, serta kepada semua pihak yang peduli dalam penanganan Covid -19 di Provinsi Lampung.
Selain menyampaikan ucapan terima kasih, Gubernur juga berharap kepada seluruh pengusaha dapat mendukung, berkoordinasi dan berperan aktif bersama Brigif 4 Mar/BS dalam kegiatan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berkenan menyerahkan bantuan kepada masyarakat secara simbolis yang diterima oleh perwakilan warga masyarakat terdampak pandemi Covid-19. (*)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

