Lampung Tengah
Bupati Musa Kukuhkan Puluhan Siswa dan Siswi Paskibraka
Alteripost.co, Lampung Tengah-
Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad mengukuhkan 32 Siswa Siswi Pasukan Pengibar Bendera Duplikat Pusaka (Paskibraka) Tahun 2021 Kabupaten Lamteng, di Sesat Agung Nuwo Balak Minggu (15/8/2021), hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda Olah Raga, Ketua PPI Lampung Tengah dan Para Pelatih.
Bupati Musa Ahmad mengucapkan Selamat kepada para Paskibraka yang telah dikukuhkan pada tahun ini, ini merupakan tugas yang mulia yang harus dilakukan walaupun masih berada di masa pandemi covid-19.
Bupati juga berharap kepada Para Paskibraka, ini bisa sukses pada saat pengibaran dan penurunan Bendera Duplikat Pusaka pada tanggal 17 Agustus 2021 nanti.
Untuk itu Bupati percaya bahwa para 32 siswa siswi terbaik Lamteng, ini yang sudah melalui berbagai macam seleksi dan tempaan dari pelatih bisa sukses kedepan setelah selesai melaksanaakan tugasnya nanti. Terangnya.
“Yang lebih membanggakan lagi tahun 2021 Kabupaten Lamteng mengirimkan siswa terbaiknya untuk melaksanakan tugas sebagai Paskibraka Nasional 2021 di Istana Negara atas nama Ridho Hafidzar Armhadani asal sekolah SMAN 1 Kalirejo dan dua siswa siswi untuk melaksanakan tugas sebagai Paskibraka Provinsi Lampung. Pungkas bupati. (*)
Lampung
Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan
Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.
“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar
Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.
“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.
Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.
Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

