Connect with us

Lampung Selatan

Wakili Bupati, Kadis Kominfo Lampung Selatan Resmikan Internet BAKTI di Desa Srikaton

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian meresmikan akses internet di Desa Srikaton, Kecamatan Tanjung Bintang, di Balai Desa setempat, Selasa (24/8/2021).

Akses internet desa tersebut merupakan bantuan dari Badan Aksesbilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.

Seperti diketahui, pada tahun 2021 BAKTI memberikan bantuan internet desa ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sebanyak 5 titik. Yakni di Desa Srikaton, Bumi Asih, Sidomukti, Palas, dan Banjar Agung.

Untuk Desa Srikaton, pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana serta pemasangan perangkat internet desa dilakukan oleh PT Infokom Elektrindo.

Mewakili Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Kepala Dinas Kominfo Sefri Masdian mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kominfo melalui BAKTI yang telah menyalurkan bantuan internet desa di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

“Seyogyanya Pak Nanang langsung yang hadir disini. Tetapi beliau sedang mengikuti kegiatan pembekalan kepemimpinan dari Kementerian Dalam Negeri mulai hari ini tanggal 24 sampai 26 Agustus 2021. Beliau titip salam pada kita semua,” ucap Sefri mengawali sambutannya.

Sefri menyampaikan, bantuan perangkat internet yang diberikan bukanlah menjadi milik pemerintah daerah atau pemerintah desa. Tetapi merupakan milik BAKTI yang dipinjam pakaikan kepada desa.

Untuk itu, Sefri juga berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya seperti aset sendiri.

“Pak bupati juga berpesan kepada kepala desa beserta aparaturnya agar benar-benar menjaga dan memanfaatkan internet desa ini dengan semaksimal mungkin,” imbuh Sefri.

Lanjut Sefri, jika keberadaan perangkat internet yang diberikan tidak terjaga dan tidak termanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin perangkat tersebut akan direlokasi ke desa lain.

“Keberadaan internet ini juga bisa kita manfaatkan untuk membuat website desa. Keunggulan yang ada di Desa Srikaton ini, seperti wisata batu, wisata alun-alun desa, maupun kerajinan pembuatan batu akik seperti batu “Bungur Tanjung Bintang” dapat kita promosikan melalui website desa,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Infokom Elektrindo, Edy Siswanto berharap, keberadaan internet di Desa Srikaton tersebut dapat termanfaatkan dengan baik. Dia mengingatkan, hal-hal yang tidak baik dalam penggunaan internet untuk dijauhkan.

“Harapan kami, apa yang sudah diberikan pemerintah melalui koordinasi dengan Dinas Kominfo Lampung Selatan dapat dimanfaatkan dengan baik. Hal yang dapat menimbulkan mudharat atas penggunaan internet, tolong dihindari,” ujar Eddy.

Pada bagian lain, Senior Manager PT Infokom Elektrindo, Wahyudin Firdaus menjelaskan, sasaran utama bantuan internet BAKTI adalah daerah yang masuk kategori 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi.

“Program ini diharapkan dapat membantu program digitalisasi pemerintah, baik untuk tingkat desa, untuk sekolah, untuk fasilitas kesehatan terutama di Puskesmas yang saat ini lebih dominan untuk penanganan Covid-19. Baik itu data BPJS, maupun data vaksinasi,” terang Wahyudin.

Wahyudin menambahkan, selain program digitalisasi pemerintah, kantor desa maupun kantor lain yang mendukung program- program pemerintah, juga diberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk mengajukan usulan, seperti Pemkab Lampung Selatan.

“Jadi memang target pemerintah hingga tahun 2023 sudah terpasang sekitar 150.000 desa atau lokasi yang akan terpasang akses internet menggunakan teknologi satelit yang saat ini dalam proses komunikasi,” katanya.

Selepas peresmian, diakhir acara dilakukan uji coba dengan membuka internet, melakukan komunikasi lewat pesan WhatsApp dan Video Call dengan Camat Tanjung Bintang, Hendry. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading