Connect with us

Kota Metro

Pemkot dan DPRD Metro Tandatangani KUA-PPAS APBD Perubahan 2021

Published

on

Foto: Pemkot dan pimpinan DPRD Metro saat menandatangani KUA-PPAS APBD Perubahan 2021

 

Alteripost.co, Metro-
DPRD Kota Metro mengadakan rapat paripurna terkait penandatanganan MoU Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) prioritas dan plafon anggaran sementara APBD perubahan Kota Metro tahun anggaran 2021, di lantai 2 Ruang Sidang DPRD, Senin (20/09/2021).

Dalam laporan badan anggaran DPRD Kota Metro memaparkan perubahan asumsi makro yang melandasi penyusunan struktur perubahan anggaran, untuk membiayai program dan kegiatan pada tahun 2021, yang menjadi titik awal pelaksanaan pembangunan periode RPJMD Kota Metro Tahun 2021-2026.

Adapun laju pertumbuhan ekonomi yang semula diharapkan berada di angka 5,7 persen, dikoreksi kembali menjadi 3-4 persen. Kemudian untuk tingkat pengangguran yang semula diproyeksikan sebesar 4,5 persen dikoreksi menjadi 5,4 persen. Sedangkan angka kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membaik, yakni di angka 8,01 persen, untuk angka kemiskinan dan 77,6 untuk IPM.

Wali Kota Metro Wahdi dalam sambutanya mengatakan, proses perencanaan dan penganggaran tahun 2021, dihadapkan mengalami perubahan dalam regulasi yang sangat dinamis dan sangat cepat.

Sehingga pada awal tahun, perubahan kebijakan keuangan dari pemerintah pusat harus diakomodir oleh daerah dalam rangka sinkronisasi kebijakan dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

“Keseluruhan asumsi makro tersebut, dikoreksi dengan melihat hasil pembangunan tahun 2020 lalu, serta pelaksanaan pembangunan sampai dengan triwulan ke-2 tahun 2021 di Kota Metro. Penetapan asumsi makro juga berlandaskan pada penetapan perubahan asumsi makro secara nasional, maupun di tingkat Provinsi Lampung,” jelas Wahdi.

Lanjutnya, Wahdi memaparkan dokumen KUPA perubahan PPAS tahun 2021, yang proyeksi pendapatan daerah disepakati sebesar Rp. 921,285 milyar yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp. 910,828 milyar.

“Adapun kenaikan pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang artinya ditengah kondisi Pandemi Covid-19, kita masih dapat mengandalkan PAD untuk pembiayaan pembangunan. Untuk belanja disepakati angka Rp. 991,648 milyar yang semula di angka Rp. 958,828 milyar dan mengalami defisit sebesar Rp. 70,362 milyar, ditutupi oleh pos pembiayaan yang berasal dari sisa lebih pembiayaan anggaran,” papar Wahdi.

Wahdi juga mengatakan, proses ini telah melalui proses diskusi, asistensi, dan hearing, telah disusun prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada tiga bulan terakhir di tahun ini.

“Dalam waktu tiga bulan pelaksanaan kegiatan pembangunan, bukanlah waktu yang cukup jika tidak merencanakannya dengan baik. Namun dalam kurun waktu ini menjadi sangat panjang untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan, jika perencanaannya matang, dengan komitmen yang tinggi dari para pelaksananya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wahdi juga mengajak semua yang hadir dalam sidang untuk bekerja lebih keras lagi untuk sampai kepada kesepakatan atas Raperda Perubahan APBD Tahun 2021.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh jajaran Pemkot Metro, untuk memantapkan kembali hasil kesepakatan KUPA dan Perubahan PPAS APBD dalam dokumen Perubahan RAPBD Tahun 2021,” tutupnya.

Dilanjutkan dengan penandatanganan MOU kesepakatan KUPA prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kota Metro tahun anggaran 2021. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Metro

Gubernur Arinal Luncurkan Operasi Pasar Beras Medium di Kota Metro, Juga Bagikan Bantuan Sembako dan Kursi Roda

Published

on

Alteripost Metro – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meluncurkan Operasi Pasar Beras Medium di Lapangan Kampus 15A, Iring Mulyo, Kota Metro, Selasa (26/03/024) untuk meringankan beban masyarakat di tengah harga sembako yang sedang tinggi.

Gubernur juga membagikan bantuan sembako dan kursi roda kepada masyarakat di kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur.

Program OP beras medium sebanyak 5 Ton itu digelar Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Lampung. Program ini dalam rangka Pengendalian Inflasi Tahun 2024 di Provinsi Lampung.

Sedangkan bantuan sembako yang dibagikan sebanyak 110 bantuan paket sembako dan dua buah kursi roda diserahkan secara langsung oleh Gubernur Arinal.

Di hadapan warga Yosodadi, Gubernur Arinal menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
“Datangnya bantuan ini merupakan rezeki dari Allah SWT di Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah” ujar Arinal.

Gubernur Arinal berharap bantuan sembako ini dapat memberikan manfaat serta membantu warga di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur.

Gubernur Arinal juga berharap masyarakat Lampung selalu dalam lindungan Allah SWT. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading