Connect with us

Lampung

Cetak Sejarah Karena masuk Final, Sekdaprov Optimis Tim Softball Lampung Mendulang Mendali Emas

Published

on

Foto: Sekdaprov Fahrizal beserta rombongan saat menyemangati tim Softball Lampung dalam perhelatan PON XX Papua (istimewa)

 

Alteripost.co, Papua-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diwakili Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Ir. Fahrizal Darminto, MA. tiba di Jayapura, Papua. Kedatangannya dalam rangka menyemangati kontingen PON XX Provinsi Lampung, Kamis (30/09/2021).

Tampak menyertai Fahrizal Darminto, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay, Ketua Umum KONI Lampung, Prof. Yusuf Barusman dan Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan.

Usai prosesi penyambutan oleh Panitia dan melakukan registrasi A-Hac Sekdaprov Lampung dan rombongan menuju lokasi pertandingan Semi Final Cabang Olahraga Softball untuk menyaksikan Tim Softball Putra Provinsi Lampung berlaga menghadapi Tim Softball Provinsi DKI.

Pada pertandingan tersebut, Tim Softball Lampung menang telak 9-1 atas DKI Jakarta dan berhak melaju ke babak Grand final yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 3 Oktober sehari setelah Opening Ceremony.

Pertandingan ini sangat berbeda dengan sebelumnya, dimana tim softball Lampung banyak tertekan dan kalah dalam 7 inning dengan skor 4-7 dari DKI Jakarta pada babak penyisihan. Namun kali ini DKI Jakarta hanya mampu membuat 1 run di inning ke lima, dan harus dilakukan line up, karena Lampung sudah lebih dahulu mengoleksi 9 run, sehingga posisi skor 9-1.

Kemenangan ini bukan saja mengukir sejarah namun menambah semangat anak-anak Softball Lampung untuk meneruskan trend positif. Pihaknya optimis tim Softball Lampung mendulang medali emas di cabang ini untuk pertama kalinya.

Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto juga meminta, kepada tim ini agar tidak lengah sedikitpun untuk partai puncak.

“Tinggal selangkah lagi kalian medali emas. Maka jangan lengah sedikitpun, dan jangan remehkan lawan yang pernah kita kalahkan. Fokus di setiap pertandingan dan raih kemenangan dengan gemilang,” kata Fahrizal.

Usai berfoto bersama tim Softball putra Lampung, Sekdaprov langsung menuju ke venue pertandingan yang lainnya untuk memberikan dukungan moril kepada para atlet. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Pemprov Lampung: PSEL Lampung Raya Disiapkan Sebagai Penguatan Energi Daerah

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya melakukan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan menargetkan seluruh kesiapan teknis dan administratif tuntas pada akhir tahun 2026.

Fokus utama pembangunan ini adalah pematangan lahan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi proyek di Desa Purwotani, Jati Agung, agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung menegaskan bahwa keseriusan ini merupakan wujud syukur pemerintah daerah atas terpilihnya Lampung sebagai salah satu lokasi proyek strategis nasional.

“Wujud syukur kami adalah dengan lebih serius menangani program ini. Kami pastikan pematangan lahan akan segera terealisasi dengan dukungan alokasi anggaran, karena ini kunci utama sebelum groundbreaking Desember mendatang,” ujarnya usai mengikuti Rapat Program Strategis Energi Terbarukan di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (10/8/2026).

Rapat koordinasi (Rakor) tersebut mempertemukan jajaran Pemprov Lampung, perwakilan Danantara, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan perwakilan Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur dan Walikota Bandar Lampung juga tampak hadir pada rakor tersebut. Pertemuan ini secara spesifik membahas akselerasi pembangunan PSEL Lampung Raya yang direncanakan mulai beroperasi penuh pada kuartal keempat tahun 2028.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung akan melakukan intervensi anggaran melalui perubahan APBD untuk memastikan pematangan lahan dapat segera dilakukan. Selain itu, pengerjaan akses jalan sepanjang 1,7 kilometer menuju lokasi proyek ditargetkan dapat segera dimulai konstruksinya pada awal tahun depan.

Pihak Danantara selaku pendamping proyek menekankan bahwa target groundbreaking pada Desember 2026 merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai target operasional. Untuk mendukung hal tersebut, penyediaan lahan dan perbaikan akses jalan menjadi poin krusial yang harus diselesaikan pihak pemerintah daerah dalam beberapa bulan ke depan.

Terkait pasokan bahan baku sampah, pemerintah daerah telah memetakan sistem rantai pasok dari kabupaten/kota yang beraglomerasi, yakni Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur. Pemerintah provinsi akan segera menugaskan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatur pola pengangkutan agar target pasokan sampah sebanyak 1.168 ton per hari dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara badan usaha pemenang proyek dan pemerintah daerah akan segera difinalisasi. Dokumen kerja sama ini akan disesuaikan dengan regulasi lokal untuk menjamin kepastian hukum operasional proyek, sesuai dengan standar yang ditetapkan Kemendagri.

Adapun terkait tantangan teknis mengenai kebutuhan air operasional proyek yang mengemuka pada rakor tersebut juga telah masuk dalam kajian untuk segera dicarikan solusinya. Pemerintah daerah dan pihak pengembang sepakat akan mendiskusikan opsi yang paling efektif, baik melalui penyediaan pipa ke sungai terdekat maupun pemanfaatan air tanah, untuk kelancaran operasional PSEL.

Untuk memastikan keberhasilan proyek, pihak pengembang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal dalam operasionalnya. Tenaga kerja lokal ditargetkan mendominasi hingga 90 persen saat proyek beroperasi penuh, yang nantinya akan dibekali dengan program pelatihan khusus guna memastikan adanya transfer pengetahuan teknologi.

Implementasi PSEL ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Lampung, terutama dalam mengatasi masalah timbunan sampah secara tuntas dan ramah lingkungan. Selain itu, proyek ini akan memperkuat kemandirian energi daerah melalui pemanfaatan sampah menjadi listrik, yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading