Lampung
Tutup Gebyar Vaksinasi, Riana: PMI Akan Terus Berbuat Untuk Masyarakat
Alteripost.co, Bandarlampung-
Setelah digelar selama 4 hari berturut – turut, kegiatan vaksinasi yang dimulai sejak tanggal 6 Oktober 2021 hingga tanggal 9 Oktober 2021 di Graha Wangsa, secara resmi ditutup pada Sabtu, (09/10/2021).
Vaksinasi Covid-19 dosis pertama yang digelar oleh PMI Provinsi Lampung bertempat di Gedung Graha Wangsa tersebut secara resmi ditutup oleh Ketua PMI Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal.
Sebelum menutup kegiatan, Ketua PMI Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, yang didampingi Wakil Ketua PMI Lampung Rudi Syawal, Sekretaris PMI, Fitrianita Damhuri. S.STP, M.Si dan jajaran pengurus PMI Provinsi Lampung berkesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi pada hari terakhir pelaksanaan “Gebyar Vaksinasi Covid-19” sebanyak 10.000 dosis Vaksin.
Dalam peninjauannya, Riana Sari tampak berdialog dengan beberapa petugas kesehatan dan masyarakat yang sejak pagi telah mendaftarkan diri untuk divaksin.
Hingga hari ketiga pelaksanaan vaksinasi digelar, tercatat jumlah warga masyarakat yang telah divaksin oleh PMI provinsi Lampung pada tanggal 6 Oktober 2021 dari 689 orang pendaftar, sebanyak 642 orang telah divaksin, tanggal 7 Oktober 2021 dari 1.187 orang pendaftar, sebanyak 970 orang telah divaksin, tanggal 8 Oktober 2021 dari 1.198 orang pendaftar, sebanyak 1.145 orang telah divaksin, sehingga total jumlah masyarakat yang telah divaksin pada “Gebyar Vaksinasi Covid-19” hingga tanggal 8 Oktober 2021 sebanyak 2.754 orang, serta kegiatan ini masih berlangsung sampa pukul tiga sore.
“Kita mengadakan kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 dengan ketersediaan 10.000 dosis, dan sasarannya adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dan ekonomi, ini adalah bentuk komitmen kita untuk terus berbuat bagi masyarakat,” ucap Riana Sari.
Riana Sari turut menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya dan dukungan dalam pelaksanaan Gebyar Vaksin Covid-19 yang didukung relawan PMI, Disdukcapil, KKP Panjang, RS. Bandar Negara Husada, Artha Graha Peduli, PT. Asia Makmur dan BPBD provinsi Lampung yang menyasar warga masyarakat provinsi Lampung.
Sementara itu, dalam rangka mendukung kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), PMI provinsi memberikan bantuan Thermostanding sebanyak 35 buah kepada Sekolah – sekolah di Provinsi Lampung yang diterima secara simbolis oleh perwakilan SMK 6 Bandar Lampung, SMAN 4 Bandar Lampung, SLB Negeri PKK, SLB Negeri Sidoluyo, dan SLB Negeri Metro.
Riana Sari berharap, dengan adanya kegiatan vaksinasi Covid-19 yang digelar PMI ini, masyarakat dapat memanfaatkan sebaik – baiknya, moment ini dan melanjutkan pada tahapan vaksinasi dosis kedua yang akan digelar pada tanggal 3 November 2021 hingga tanggal 6 November 2021 mendatang. (rls)
Lampung
Pemprov Lampung: PSEL Lampung Raya Disiapkan Sebagai Penguatan Energi Daerah
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya melakukan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan menargetkan seluruh kesiapan teknis dan administratif tuntas pada akhir tahun 2026.
Fokus utama pembangunan ini adalah pematangan lahan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi proyek di Desa Purwotani, Jati Agung, agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung menegaskan bahwa keseriusan ini merupakan wujud syukur pemerintah daerah atas terpilihnya Lampung sebagai salah satu lokasi proyek strategis nasional.
“Wujud syukur kami adalah dengan lebih serius menangani program ini. Kami pastikan pematangan lahan akan segera terealisasi dengan dukungan alokasi anggaran, karena ini kunci utama sebelum groundbreaking Desember mendatang,” ujarnya usai mengikuti Rapat Program Strategis Energi Terbarukan di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (10/8/2026).
Rapat koordinasi (Rakor) tersebut mempertemukan jajaran Pemprov Lampung, perwakilan Danantara, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan perwakilan Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur dan Walikota Bandar Lampung juga tampak hadir pada rakor tersebut. Pertemuan ini secara spesifik membahas akselerasi pembangunan PSEL Lampung Raya yang direncanakan mulai beroperasi penuh pada kuartal keempat tahun 2028.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung akan melakukan intervensi anggaran melalui perubahan APBD untuk memastikan pematangan lahan dapat segera dilakukan. Selain itu, pengerjaan akses jalan sepanjang 1,7 kilometer menuju lokasi proyek ditargetkan dapat segera dimulai konstruksinya pada awal tahun depan.
Pihak Danantara selaku pendamping proyek menekankan bahwa target groundbreaking pada Desember 2026 merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai target operasional. Untuk mendukung hal tersebut, penyediaan lahan dan perbaikan akses jalan menjadi poin krusial yang harus diselesaikan pihak pemerintah daerah dalam beberapa bulan ke depan.
Terkait pasokan bahan baku sampah, pemerintah daerah telah memetakan sistem rantai pasok dari kabupaten/kota yang beraglomerasi, yakni Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur. Pemerintah provinsi akan segera menugaskan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatur pola pengangkutan agar target pasokan sampah sebanyak 1.168 ton per hari dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara badan usaha pemenang proyek dan pemerintah daerah akan segera difinalisasi. Dokumen kerja sama ini akan disesuaikan dengan regulasi lokal untuk menjamin kepastian hukum operasional proyek, sesuai dengan standar yang ditetapkan Kemendagri.
Adapun terkait tantangan teknis mengenai kebutuhan air operasional proyek yang mengemuka pada rakor tersebut juga telah masuk dalam kajian untuk segera dicarikan solusinya. Pemerintah daerah dan pihak pengembang sepakat akan mendiskusikan opsi yang paling efektif, baik melalui penyediaan pipa ke sungai terdekat maupun pemanfaatan air tanah, untuk kelancaran operasional PSEL.
Untuk memastikan keberhasilan proyek, pihak pengembang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal dalam operasionalnya. Tenaga kerja lokal ditargetkan mendominasi hingga 90 persen saat proyek beroperasi penuh, yang nantinya akan dibekali dengan program pelatihan khusus guna memastikan adanya transfer pengetahuan teknologi.
Implementasi PSEL ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Lampung, terutama dalam mengatasi masalah timbunan sampah secara tuntas dan ramah lingkungan. Selain itu, proyek ini akan memperkuat kemandirian energi daerah melalui pemanfaatan sampah menjadi listrik, yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (Rls)

