Connect with us

Bandar Lampung

Eva Dwiana : Atas Kesuksesan Dan Kelancaran Gebyar Vaksin di Lapangan Saburai

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung –Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes bersama Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto, dampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, pada pelaksanaan apel Tiga Pilar se-Kota Bandar Lampung, di Lapangan Saburai Enggal. Minggu (10/10/2021).

Wali Kota Eva Dwiana dalam amanatnya menyampaikan ucapan terima kasih atas kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Gebyar Vaksin Covid-19 di Bandar Lampung. “Atas kesuksesan dan kelancaran Gebyar Vaksin di Lapangan Saburai ini, Bunda ucapkan terima kasih”.

“Selama tiga hari berlangsung gebyar vaksinasi yang dilaksanakan di lapangan saburai berakhir, Bunda mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan gebyar ini. Perjuangan kita untuk mencapai target herd immunity di bulan desember belum sepenuhnya selesai, insaallah pekan depan pemkot bersama Polresta Bandar Lampung, Kodim 0410/KBL akan menggelar gebyar vaksinasi yang di pusatkan di 126 kelurahan se-kota Bandar Lampung”. Ungkapnya.

Lanjutnya, Walikota dengan sapaan Bunda Eva, kembali mengajak TNI, Polri dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, untuk bersatu padu membantu kelancaran Gebyar Vaksin yang akan dilaksanakan di tiap-tiap Kelurahan se-Kota Bandar Lampung secara serentak. “Besok, pelaksanaan Gebyar Vaksin akan dilaksanakan di masing – masing kelurahan”. Ucapnya.

“Jadi, Bunda harapkan kita semua guyub agar pada Bulan Desember 2021 masyarakat Bandar Lampung sudah di Vaksin Covid-19”. Ujarnya.

Sementara itu, Dandim Kolonel Inf Herlandes meyakini bahwa, Kota Bandar Lampung akan mampu mengatasi situasi Pandemi Covid-19. “Walikota telah memberikan contoh bagaimana sinergitas kita dilevel kota. Tinggal bagaimana pelaksanaan di tingkat kecamatan dan kelurahan Di tingkat tersebut ada Camat, Danramil, Kapolsek, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas”.

“Saya harap kalian dapat membangun sinergitas yang lebih baik lagi, sehingga kita semua bersama sama mampu mengatasi situasi Pandemi ini”. Tutur Dandim.

Lanjutnya, Dandim mengapresiasi para Tenaga kesehatan (Nakes) dengan turut serta memberikan yang terbaik pada program percepatan Vaksinasi nasional. “Selama 3 hari Gebyar Vaksin berlangsung di Lapangan Saburai, para Nakes yang ada dikota Bandar Lampung sudah berjuang secara maksimal. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih”. Pungkasnya. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Gubernur, Kapolda dan Wali Kota Pastikan Pendidikan Korban TPPO Tetap Berjalan

Published

on

Alteripost Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Konferensi Pers Pengungkapan Kasus TPPO di Siger Lounge Polda Lampung, Selasa (12/05/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Lampung atas keberhasilan mengungkap kasus dugaan perdagangan orang yang menimpa dua anak perempuan asal Bandar Lampung berinisial R dan BAA.

“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kapolda dan jajaran Polda Lampung yang telah berhasil mengungkap kasus TPPO ini. Kasus TPPO masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak dan perempuan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung sangat prihatin dan mengutuk keras praktik perdagangan orang yang menimpa anak di bawah umur.

“Saya sebagai Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh melindungi anak-anak di Provinsi Lampung dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi. UPTD PPA Provinsi Lampung hadir sebagai garda terdepan dan akan memastikan setiap korban mendapat layanan aman, nyaman, gratis, dan tuntas sampai korban pulih dan berdaya kembali,” tegasnya.

Gubernur menjelaskan, sejak menerima informasi dari Polda Lampung terkait pemulangan korban dari Polda Jawa Timur pada 10 Mei 2026, tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Lampung langsung bergerak melakukan pendampingan.

Pendampingan tersebut meliputi asesmen kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban, penyediaan rumah aman (shelter) dengan pengawasan 24 jam, layanan kesehatan dan visum di RSUD Abdul Moeloek, hingga konseling trauma intensif untuk pemulihan psikologis korban.

Selain itu, Pemprov Lampung juga memberikan pendampingan hukum melalui penasihat hukum yang mendampingi korban selama proses hukum berlangsung. Pemerintah turut menyiapkan reintegrasi sosial bersama dinas sosial kabupaten/kota guna memastikan korban dapat kembali melanjutkan pendidikan.

“Korban ini masih duduk di kelas 3 SMP dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Negara wajib hadir mendampingi korban sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS dan Perpres Nomor 65 Tahun 2020,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Lampung juga akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh bupati, wali kota, dan kepala desa se-Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap TPPO.

Gubernur mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dari modus bujuk rayu melalui media sosial.

“Kepolisian dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mari sama-sama kita awasi anak-anak kita dari modus bujuk rayu di media sosial. Laporkan segera jika melihat indikasi TPPO atau kekerasan terhadap anak kepada kepolisian, call center UPTD PPA Provinsi Lampung 0811-1791-1120, hotline SAPA 129, atau kantor polisi terdekat,” ajaknya.

Ia juga meminta media menjaga identitas korban demi masa depan anak-anak tersebut.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Kami sampaikan bahwa kalian tidak sendiri, pemerintah akan mendampingi sampai pulih,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Lampung Helfi Assegaf mengungkapkan bahwa kasus tersebut merupakan dugaan tindak pidana perdagangan orang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO.

Ia menjelaskan, kasus bermula ketika tersangka berinisial SAS (17 tahun 11 bulan) diduga mengajak korban bekerja di Surabaya sebagai terapis “plus-plus” dengan iming-iming gaji Rp2 juta per minggu.

“Keuntungan yang diterima pelaku dari setiap korban yang menerima tamu sebesar Rp30 ribu,” jelas Kapolda.

Polda Lampung mengamankan korban dan tersangka pada 9 Mei 2026 serta menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen identitas, tangkapan layar percakapan WhatsApp, tiket perjalanan, dan telepon genggam milik tersangka.

Kapolda menyebut tersangka dijerat Pasal 2 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO yang pengaturannya disesuaikan dengan Pasal 455 Ayat 1 KUHP juncto Pasal 622 Ayat 1 Huruf g dan Ayat 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Lampung, khususnya orang tua, guru, dan lembaga perlindungan anak, untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan langkah pencegahan terhadap TPPO yang semakin marak terjadi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memastikan Pemerintah Kota Bandar Lampung akan mendampingi keberlanjutan pendidikan kedua korban.

“Anak-anak ini masih kelas 3 SMP dan kemarin belum mengikuti ujian. Insyaallah besok mereka akan melaksanakan ujian dan kami bertanggung jawab memastikan mereka dapat melanjutkan pendidikan ke SMA atau SMK di Bandar Lampung,” ujarnya.

Eva Dwiana juga menyampaikan pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar SMP melalui koordinasi dengan sekolah dan orang tua. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading