Connect with us

DPRD

Pesan Kostiana, Masyarakat Mesti Vaksin dan Tetap Disiplin Prokes

Published

on

Foto: anggota DPRD Lampung Fraksi PDI-Perjuangan Kostiana saat melangsungkan kegiatan Sosialisasi Perda tentang Adaptasi Kebiasaan Baru

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sebagai upaya menanggulangi Pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus gencar mempercepat pemberian vaksinasi kepada masyarakat. Tindakan tersebut untuk mempercepat terciptanya herd immunity (kekebalan kelompok) bagi seluruh elemen masyarakat Lampung.

Hal tersebut diutarakan anggota DPRD Provinsi Lampung Kostiana saat menggelar sosialisasi peraturan daerah nomor 3 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian corona virus diasease 2019, di Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat (17/10/2021).

Kegiatan yang rutin dilakukan tersebut bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi covid-19.

“Status seluruh Kabupaten/Kota di provinsi Lampung sudah masuk di zona kuning, kita optimis Lampung segera masuk zona hijau asalkan masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutur Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung ini.

Selain pemerintahan, Anggota DPRD Provinsi Lampung fraksi PDI Perjuangan juga menegaskan bahwa dalam upaya menanggulangi pandemik covid-19, banyak pihak juga yang ikut berkontribusi dalam mempercepat vaksinasi untuk masyarakat Bandarlampung khususnya dan Lampung pada umumnya.

“Tidak hanya Dinas Kesehatan tapi banyak pihak seperti organisasi, lintas partai dan lainnya juga melakukan percepatan vaksinasi untuk dapat menciptakan heart community,” tambahnya.

Bendahara PDI Perjuangan ini juga berharap kepada masyarakat untuk tak abai dan selalu tertib, serta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meski pandemi sudah melandai.

“Masyarakat harus tetap disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan, meskipun sudah melakukan vaksin, dan masker tidak boleh lupa untuk digunakan selalu,” ingatnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD

Antisipasi Adanya Kecurangan di PPDP, Komisi V DPRD Lampung Bakal Panggil Sejumlah Instansi

Published

on

Foto: Sekertaris Komisi V DPRD Lampung Mikdar Ilyas (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi polemik carut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2024/2025. Salah satu upayanya dengan memanggil pihak terkait untuk mengantisipasi polemik carut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2024/2025.

Setidaknya tiga pihak yang akan dipanggil DPRD Provinsi Lampung dan akan diagendakan untuk rapat dengar pendapat (RDP) pada Kamis, 20 Juni 2024.

“Kita akan panggil Disdikbud Lampung, Ombudsman, dan MKKS untuk membahas budaya carut marut PPDB ini,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, Rabu (19/06/2024).

PPDB SMA/SMK se-provinsi Lampung ini baru dibuka pada hari ini, Rabu 19 Juni 2024. Namun baru satu jalur yang dibuka, yaitu jalur afirmasi.

Sementara tiga jalur lainnya yakni zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua akan dibuka pendaftaran pada 21 Juni 2024 mendatang.

Lebih lanjut Mikdar mengatakan RDP ini dimaksudkan agar segala keluhan masyarakat selama pelaksanaan PPDB bisa teratasi.

“Terutama persoalan syarat kartu keluarga (KK) peserta PPDB yang harus sinkron dengan nama kepala keluarga, akta dan ijazah. Artinya kan sudah tidak bisa lagi istilah nebeng KK,” lanjutnya.

Untuk itu, dalam menerapkan aturan tersebut haruslah dilakukan secara tegas. Dan dapat menindak ketika ditemui adanya oknum yang melakukan kecurangan.

“Apalagi kan Disdik sudah berjanji. Ketika, masih ada permainan nebeng KK, sistem akan menolak secara otomatis, dan jika ada oknum Pegawai yang melakukan itu, siap diberhentikan,” tegas Mikdar.

Dia menegaskan semua pihak harus mengawal pelaksanaan PPDB SMA/SMK di Provinsi Lampung agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading