Connect with us

DPRD

Pemprov Berikan Bonus Kepada Altet Berprestasi, Mirza: Tetap Jaga Konsistensi Dalam Mengharumkan Nama Lampung

Published

on

Foto: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Tim Sofbol Putra Lampung yang meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua mendapat bonus sebesar Rp1.125.000.000.

Bonus tersebut secara simbolis diserahkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, pada acara penyerahan penghargaan kepada atlet peraih medali pada PON 2021 di Mahan Agung, Rabu (20/10/2021) malam.

Bonus sebesar Rp1,125 miliar tersebut diterima Tim Sofbol Putra Lampung sebagai peraih medali emas beregu. Sedangkan peraih perak beregu mendapat bonus Rp480 juta.

Sementara, untuk peraih medali emas perorangan mendapat bonus Rp250 juta dan peraih emas berpasangan mendapat bonus Rp375 juta.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengatakan, bonus yang diberikan kepada para atlet peraih medali di PON Papua 2021 tersebut adalah sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, karena telah mengharumkan nama daerah.

Terpisah, Ketua Umum Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai, bonus dengan nilai Rp1,125 miliar ini adalah sejarah untuk pertama kalinya bonus sebesar itu diberikan kepada atlet Lampung peraih medali emas di PON.

“Ini saya rasa adalah sejarah dan baru pertama kalinya bonus untuk atlet Lampung peraih medali emas PON mencapai Rp1 miliar lebih,” kata Rahmat Mirzani Djausal, saat dihubungi tadi malam.

Menurut Mirza sapaan akrabnya, bonus dengan nilai yang fantastis itu dapat menjadi penyemangat bagi atlet dan memicu perkembangan olahraga, khususnya di Provinsi Lampung.

“Jadi bukan sekadar dilihat dari nilai bonusnya saja yang fantastis, tapi dampaknya ini akan memicu perkembangan olahraga di Lampung dan sekaligus menjadi motivasi besar bagi para atlet untuk berprestasi,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung tersebut.

“Saya rasa kita patut mengapresiasi Pemprov Lampung dan KONI Lampung atas penghargaan dan perhatiannya yang luar biasa kepada para atlet Lampung yang telah bekerja keras dan berjuang mengharumkam nama daerah di PON Papua 2021. Saya juga berpesan kepada para atlet untuk terus menjaga konsistensi dalam mengharumkan nama Lampung di kompetisi-kompetisi bergengsi lainnya,” pungkas Mirza.

Untuk diketahui, pada PON XX/2021 Papua, Kontingen Lampung finis di peringkat 10 dengan meraih 14 emas, 10 perak, dan 12 perunggu. Di sisi lain, Tim Sofbol Putra Lampung menjadi penyumbang medali emas pertama bagi Lampung di pentas olahraga terakbar di Tanah Air tersebut. (Rls/Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD

DPRD Lampung Apresiasi Keberhasilan Polda Ungkap 379 Kasus Narkoba

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran yang berhasil mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Deni pada Senin (28/9/2026). Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta barang bukti lainnya.

Total nilai ekonomis barang bukti yang diamankan disebut mencapai sekitar Rp158,8 miliar.

Menurut Deni, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari dampaknya terhadap upaya melindungi masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.

“Pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Deni menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga. Upaya pencegahan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Ia juga mengajak masyarakat melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar melalui layanan kepolisian 110.

“Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.

Deni berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Lampung yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba, terutama melalui edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading