Lampung
Pemprov Lampung Lepas Kontingen Dalam Perhelatan Peparnas XVII Papua 2021
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Fahrizal Darminto melepas Kontingen Lampung Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2021 di Ruang Sakai Sambayan, Pemprov Lampung, Jumat (29/20/2021).
Lampung mengirim 3 atlet, 4 official dan 2 pelatih. Para atletnya adalah Pujianto untuk lomba lari 100-400 meter, Marman S renang 50-100 meter gaya bebas, M Ridho Saputra boccia individu.
Menurut Plt. Kadis Pemuda dan Olahraga Lampung Desca, pelepasan ini untuk memberikan dorongan semangat dan motivasi bagi para atlet dan official yang akan bertanding pada tanggal 02-15 November 2021.
Lanjutnya, Peparnas XVI Papua Tahun 2021 diikuti 3301 peserta dari 34 provinsi dengan 12 cabang olahraga angkat berat, badminton, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola CP, tenis lapangan kursi roda, boccia, dan tenis meja.
Sementara itu, Sekdaprov Fahrizal mengharapkan pengiriman atlet difabel ini dapat menumbuhkan bibit atlet difabel lainnya berlomba mengharumkan nama daerah pada event berikutnya di tingkat nasional.
Lampung, katanya, sudah berhasil menuai prestasi dengan masuk 10 besar, lebih baik dari PON sebelumnya. Hal tersebut berkat dukungan semua elemen terkait dan anugerah yang diperoleh Lampung, katanya.
Dia berharap atlet Peparnas Lampung tak hanya mengejar kemenangan tapi juga bagaimana membangun kebersamaan menuju tatanan hidup bagi sesama manusia.
Agar bisa mencapai keinginan tersebut, para atlet harus bersikap tangguh dan sportif, saling menguatkan dan saling memotivasi, katanya.
Menurut Sekdaprov Fahrizal, seluruh kontingen Lampung adalah putra-putri terbaik, jangan takut kalah yang penting sungguh-sungguh, maksimal dan proses itulah yang dihargai.
“Ayo semangat berkompetisi yang sportif agar bisa mengharumkan nama Lampung di kancah nasional, mudah-mudahan harapan dan doa dijabah Allah SWT, senantiasa dilindungi pada setiap langkah dan niat,” tutupnya.
Perlu diketahui, hadir dalam acara pelepasan Ketua Nasional Paralympic Commite Lampung, pejabat administrator, pengawas pada Dinas Pemuda dan Olahraga. (Rls)
Lampung
Pemprov Lampung Terus Memperkuat Pengembangan Kawasan Industri
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing daerah. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan mendukung penguatan industri hilir dan kemandirian energi nasional.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kawasan Industri bertempat di Ruang Pepadun Kantor Gubernur, Jumat (16/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam tim percepatan, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia meminta seluruh anggota tim mengawal proses pengembangan secara terpadu, mulai dari pemenuhan persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.
“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.
Marindo juga mendorong agar peluang pengembangan kawasan industri dipromosikan melalui Lampung Forum Investment (FOILA), yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik potensi investasi dan calon investor.
Melalui forum tersebut, Pemprov Lampung berharap dapat menarik minat investor yang bersedia menjadi anchor investor atau investor utama untuk mendukung pengembangan kawasan industri. Persiapan promosi, termasuk penyediaan materi informasi dan publikasi, akan dilakukan menjelang pelaksanaan FOILA mendatang.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.
Menurutnya, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.
Dalam rapat tersebut, Mulyadi menyampaikan perkembangan sejumlah rencana pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL, yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama/ groundbreaking pada Desember 2026.
Ia juga menyoroti pengembangan Kawasan Industri Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Minamas. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pengembangan industri hilir sekaligus mendukung agenda kemandirian energi nasional.
Mulyadi menjelaskan bahwa penyelesaian studi kelayakan feasibility study/FS menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan tersebut. Kajian itu diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat.
“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri Katibung diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan minyak mentah refinery, industri hilir oleokimia, serta industri kimia lainnya. Kawasan ini juga direncanakan memiliki terminal khusus guna mendukung kegiatan logistik dan distribusi.
Pengembangan Katibung juga ditempatkan dalam konteks kebutuhan energi nasional dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan serta distribusi bahan bakar. Karena itu, kajian pengembangan kawasan diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan industri hilir.
Selain pengembangan kawasan industri, rapat tersebut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) dan rencana pengembangan tahap berikutnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pengembangan kawasan industri sesuai dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra usaha, Pemprov Lampung mendorong agar setiap tahapan pengembangan kawasan industri dapat berjalan terarah, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan dan infrastruktur, hingga promosi kepada calon investor.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, serta menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri dan ketahanan energi nasional. (Red)

