Connect with us

Ruwajurai

Utus Sekdis, Kadis PKPCK Lampung Pilih Mangkir Saat Hearing Pembahasan RKA Bersama Komisi IV

Published

on

Foto: Kepala Dinas PKPCK Lampung Thomas Edwin (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Miris, itulah kata yang tepat menggambarkan sikap dari Kepala Dinas Perumahaan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Lampung Thomas Edwin. Pasalnya, sang Kadis tak hadir alias pilih mangkir pada kegiatan rapat dengar pendapat (Hearing) dalam pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2022, Kamis (18/11/2021).

Padahal pembahasan RKA 2022 itu sangat penting dalam kematangan rencana Dinas PKPCK untuk memilih mana item yang prioritas dan urgensi untuk kemaslahatan masyarakat. Selain itu, ke depan agar seluruh kegiatan yang terencana dapat terealisasi sesuai harapan.

Saat dimintai keterangan, salah satu anggota Komisi IV DPRD Lampung yang identitasnya minta dirahasiakan menyebut, Hearing bersama Dinas PKPCK tadi tidak dihadiri Kepala Dinasnya, pihak OPD diwakili Sekertaris Dinas yakni Tony Ferdinansyah.

Lanjutnya, dari penjelasan yang ia dapat bahwa Kadis Thomas sedang berhalangan menghadiri Hearing bersama Komisi IV dalam rangka pembahasan RKA.

“Informasinya sih seperti itu, beliau (Kadis PKPCK, red) izin tak dapat menghadiri Hearing,” ucapnya seraya identitasnya minta dirahasiakan.

Ditanya alasan lebih lanjut terkait kenapa sang Kadis izin tak menghadiri Hearing. Ia tak mau membeberkan lebih jauh. “Katanya sih Pak Thomas lagi ada acara juga,” timpalnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi perihal tersebut, Kadis PKPCK Lampung Thomas Edwin tidak merespon. Padahal awak media telah memberikan ruang agar berita berimbang ketika diterbitkan.

Dikonfirmasi perihal yang sama, Sekdis PKPCK Tony Ferdinansyah berdalih bahwa ketidakhadiran Kadis PKPCK saat Hearing pembahasan RKA bersama Komisi IV, karena sang atasannya sedang ada acara.

“Pak Kadis kemarin sedang ada acara dinda, terima kasih,” ucapnya. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.

Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading