Ruwajurai
Gelar Rakor, Begini Rentetan Acara MTQ 2021
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Qudratul Ikhwan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) memantapkan pembukaan dan penutupan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) ke-48 Tahun 2021 di Provinsi Lampung.
Kegiatan Rakor tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Pemprov Lampung, Rabu (24/11/2021). Hasilnya, penerimaan tamu MTQ dimulai pada Jumat (26/11/2021), pukul 07.20 WIB dan ditutup pada 2 Desember 2021.
Pusat kegiatan di Islamic Center, Asrama Haji, dan Al-Kautsar. “Lokasi pemondokan masing-masing kabupaten kota di sekitar Islamic Center, bunderan hingga Hotel Nusantara dan Kedaton,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Qudratul Ikhwan.
Diperkirakan, mereka yang hadir langsung ke acara ialah Gubernur/Wagub Lampung, Forkopimda, OPD Provinsi Lampung, Bupati Walikota, Ketua LPTQ, Kakankemenag Kabupaten Kota, tokoh agama dan masyarakat.
Tidak hanya luring, acara juga disiarkan secara online, yaitu melalui live streaming di kanal Youtube, penyebaran media baik media online maupun media cetak sudah dipersiapkan untuk info lebih lanjut maupun pemberitaan tentang MTQ ini.
Terkait kesehatan disediakan pembukaan hingga penutupan dari 4 rumah sakit: RSUD Abdoel Moeloek, RS Bintang Amin dan Rumah Sakit Jiwa dan RS Bumi Waras.
Disediakan tenaga kesehatan hingga ambulance, kata Qudratul Ikhwan. Disepakati, Seksi Penerimaan Pemondokan dan Pemandu Kafilah, Syamsul (Kanwil Kementrian Agama Provinsi Lampung). (rls)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

