Ruwajurai
Perkuat Harmonisasi Antara Ulama dan Umara di Provinsi Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong para santri pondok pesantren memperkuat harmonisasi antara ulama dan umara dengan terus menjalin silaturahmi bersama.
Pesan Gubernur itu disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Qudrotul Ikhwan, dalam acara peringatan hari santri dan sambung tali asih kepada tokoh-tokoh Agama, dan Hafidzh/Hafidzah se-Provinsi Lampung, di Ballrom Hotel Swiss-Bel Hotel, Kamis (16/12/2021).
Pada kesempatan itu, Qudrotul menyampaikan bahwa umara dan ulama memiliki peranan vital berkontribuasi dalam pembangunan daerah.
“Dibutuhkan hubungan yang harmonis antara umara dan ulama untuk menciptakan komunikasi yang intens sehingga dapat menangkal paham yang dapat menghambat pembangunan Provinsi Lampung” ujarnya
Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan kekuatan untuk menunjukkan keharmonisan dan merajut silaturahmi yang semakin kokoh antara umara dan ulama di Provinsi Lampung.
Untuk mendukung perkembangan Provinsi Lampung, Qudrotul juga mengimbau para kiyai dan ulama untuk berkontribusi dan berperan bersama-sama mendukung pelaksanaan vaksinasi bagi para santri.
Pada kesempatan itu, dilaksanakan pemberian hadiah lomba kebersihan pondok pesantren dalam rangka memperingati hari santri.
Juara 1 diraih Pondok Pesantren Insan Mulya Pesawaran, Juara 2 Pondok Darul A’mal, dan Juara 3 Pondok Modern Al-Furqon.
Selain itu, juga diberikan bantuan kepada 243 hafidz/hafidzah dan 1000 tokoh agama yang merupakan muadzin, imam masjid, marbot, guru ngaji, penggali kubur se-Provinsi Lampung. (Rls)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

