Lampung
Jelang Hari Ibu ke-93, PMI Provinsi Lampung Gelar Kegiatan Donor Darah
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung Riana Sari berharap, kegiatan bhakti sosial donor darah, bisa membantu anak-anak penderita thalasemia di Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan ketika ia mengunjungi kegiatan bhakti sosial donor darah yang dilaksanakan PMI Provinsi Lampung dan Panitia Hari Ibu (PHI) Provinsi Lampung, dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-93 tahun 2021.
Usai mengikuti kegiatan acara ziarah di makam Pahlawan yang juga menjadi rangkaian Peringatan Hari Ibu, Ketua PMI, Riana Sari, yang juga Ketua TP-PKK Provinsi Lampung, langsung menuju hotel Golden Tulip Springhill ruang Edelweis lantai 1, tempat pelaksanaan kegiatan bhakti sosial donor darah, Jumat (17/12/2021).
Riana Sari mengatakan, di Provinsi Lampung masih banyak anak-anak penderita penyakit Thalasemia, semoga dengan adanya kegiatan donor darah ini bisa membantu meringankan penderita selain untuk menjaga ketersediaan pasokan darah.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran serta kepedulian pendonor, yang bersedia mendonorkan darahnya untuk disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga yang sudah mendonorkan darahnya selalu diberikan kesehatan dan donor darah yang dilakukan pendonor menjadi ladang pahala dari Allah SWT untuk kita semua,” ujar, Riana Sari.
Kegiatan bhakti sosial tersebut mengambil tema ” SIGER ” (Saatnya Ikut Bergerak Untuk Rakyat yang Membutuhkan Menuju Ketahanan Keluarga”.
Di sela-sela kegiatan tersebut, Riana Sari sempat berdialog dengan peserta pendonor sekaligus memberikan Penghargaan berupa Piagam dan souvenir kepada pendonor yang sudah berulang kali menyumbangkan darahnya hingga puluhan kali.
Seperti yang dilakukan Sri Wahyuningsih yang telah sukarela menyumbangkan darahnya hingga 75 kali demi kepentingan kemanusiaan.
Perlu diketahui, dalam kegiatan sosial donor darah panitia menyiapkan 200 kantong, yang diaharapkan terpenuhi dari pendonor diantaranya dari anggota TPPKK Provinsi Lampung, Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari Polda Lampung dan organisasi wanita lainnya, serta masyarakat umum. (rls)
Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Internal, Optimis Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efektif dan Bersih
Alteripost.co, Bandarlampung- Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka kegiatan Capacity Building Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) menuju efektivitas dan efisiensi Rencana dan Anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah dan narasumber Kepala BPKP Lampung tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Senin (25/5/2026).
Dalam arahannya, Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa posisi pemerintah saat ini berada di ruang terbuka yang diawasi secara langsung oleh seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengubah pola pikir dalam penyusunan program kerja kedinasan.
”Kita hari ini sebagai pemerintah tidak boleh membuat suatu program yang penting buat program, tapi membuat program yang penting,” tegas Jihan Nurlela saat memberikan arahan.
Ia memandang momentum capacity building ini sangat strategis sebagai langkah evaluasi sekaligus persiapan menghadapi penilaian maturitas SPIP terintegrasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia mengimbau agar SPIP tidak lagi dianggap sebagai gugus kewajiban administratif, melainkan diinternalisasi menjadi ideologi dan budaya kerja harian.

Guna mempercepat perbaikan sistem pengendalian tersebut, Wagub menyampaikan lima poin arahan utama yang wajib diimplementasikan oleh seluruh jajaran perangkat daerah. Poin pertama yang ditekankan secara lugas adalah mengenai penguatan komitmen pimpinan sebagai motor penggerak instansi.
Ia menekankan bahwa seorang pimpinan daerah harus memiliki rasa memiliki (owning) yang tinggi terhadap sistem dan instansi yang dipimpinnya.
Selanjutnya, Wagub Jihan menjabarkan empat arahan lainnya, yakni pentingnya mengedepankan integritas dalam kesatuan perencanaan dan kinerja agar tidak berjalan secara parsial; penerapan manajemen risiko yang efektif dan berkelanjutan pada tiap program; optimalisasi peran APIP (Inspektorat) sebagai quality assurance dan consulting partner; serta penanaman budaya integritas dan akuntabilitas di sanubari setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di akhir arahannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BPKP Provinsi Lampung yang terus konsisten mendorong penguatan SPIP-T di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para asesor serta memperkuat komitmen kepala daerah beserta jajaran kepala OPD dalam memitigasi risiko program kerja.
Inspektur Bayana melaporkan, tingkat kematangan (maturitas) SPIP Provinsi Lampung berada pada Level 3 (Terdefinisi) dengan skor 3.200, sementara indeks manajemen risiko berada pada angka 3,073. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kualitas pengawasan internal secara berkala agar indeks efektivitas pengendalian korupsi dapat terus dioptimalkan.
Di sisi lain, Pemprov Lampung terus bergerak maraton dalam menyelesaikan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) temuan BPK serta menggenjot perbaikan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) yang pada tahun 2025 lalu mencatatkan skor 69. Kerja keras jajaran pengawasan internal dalam dua bulan terakhir menunjukkan progres signifikan, di mana pengembalian kerugian keuangan negara berhasil dioptimalkan hingga mencapai hampir Rp7 Miliar.
Guna menyelesaikan temuan menahun yang sulit ditindaklanjuti secara faktual, seperti kendala subjek yang telah meninggal dunia atau ketidakjelasan objek, Pemprov Lampung bekerja sama dengan BPK dan Asisten Datun akan menempuh mekanisme Sidang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) untuk penghapusan administrasi keuangan sesuai jalur hukum yang berlaku.
Langkah tegas juga diupayakan dalam perluasan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Setelah kesuksesan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung meraih predikat ZI, Pemprov Lampung kini tengah mempersiapkan sejumlah OPD pelayanan publik lainnya, termasuk jajaran Dinas Pendidikan yang sosialisasinya akan mulai diakselerasi pada awal Juni mendatang.
Melalui penguatan kapasitas asesor dan komitmen kepemimpinan di setiap instansi, Pemprov Lampung optimistis seluruh target capaian akuntabilitas, penurunan risiko program, hingga pembersihan aspek administrasi pihak ketiga dapat diselesaikan secara tuntas pada tahun anggaran 2026 untuk menjaga marwah dan wibawa pembangunan daerah. (Red)

