Politik
Sambut Muktamar NU, PKB Lampung Dirikan Beberapa Posko Ngopi
Alteripost.co, Bandarlampung-
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung mendirikan posko ngopi selama pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 34 di Lampung yang berlangsung 22-23 Desember 2021.
Posko yang diberi nama “Posko Kopi Gus Ami” ini didirikan di beberapa titik strategis baik pintu eksis tol seperti di Kalianda, Natar, Gunung Sugih maupun di deket arena muktamar yakni di Mojoagung, Gunung Sugih Lampung Tengah.
Termasuk di lokasi muktamar ke-34 NU di Bandar Lampung seperti deket kampus UIN Raden Intan Lampung, Universitas Lampung (Unila) dan dekat kampus Universitas Malahayati.
Posko ngopi ini mulai disosialisasikan oleh Ketua DPW PKB Lampung yang juga Wakil Gubernur Chusnunia Chalim alias Nunik melalui akun instagramnya @mbak_nunik.
“Santri, yo ngaji, yo ngopi, yo happy,” tulisnya beserta tagar Muktamar NU beserta unggahan truk dengan banner bergambar Cak Imin.
“Posko ngopi ini sebagai salah satu bentuk rasa pedulian partai yang lahir dari rahim NU,” kata Sekretaris DPW PKB Lampung tambah Seh Ajeman melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/12/2021).
Menurut Seh Ajeman, posko tersebut tidak hanya diperuntukan bagi para peserta muktamar atau muktamirin, tapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menikmati nikmatnya menyerup kopi robusta asli Lampung.
“Tujuan posko ngopi ini, melayani dan menjamu peserta dan tamu muktamar NU ke 34, sebagai kepedulian bagi warga Nahdiyin yang hadir di Lampung,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua H. Noverisman Subing mengatakan, PKB siap menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-34 di mana Provinsi Lampung menjadi tuan rumahnya. (rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

