Connect with us

Pesawaran

Sinergitas Pemprov Lampung dan Pemkab Pesawaran Mesti Ditingkatkan

Published

on

Foto: Gubernur Arinal beserta jajarannya didampingi Bupati Pesawaran Dendi (Istimewa)

 

Alteripost.co, Pesawaran-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran ikut mengawasi dan menjaga program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung di Kabupaten Pesawaran.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberikan pembinaan kepada ASN Pemkab Pesawaran, di Mako Brigif 4 Mar/BS Piabung, Kecamatan Padang Cermin, Senin (20/12/2021).

“Saya minta seluruh pembangunan yang kita lakukan, Pemerintah Daerah ikut menjaga dan mengawasi, langkah ini sebagai bentuk sinergitas kita. Sehingga apa yang kita lakukan bisa berjalan baik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa seluruh program yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung khususnya untuk kesejahteraan masyarakat harus berjalan hingga ketingkat Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Di Pesawaran saya juga minta bentuk tim percepatan untuk mensosialisasikan kartu petani berjaya, karena saya lihat ada sekitar 200 ribu lebih orang petani di Pesawaran dan program ini saya rasa bisa menjamin para petani, jadi saya mohon dibantu tapi tolong benar-benar di verifikasi, bahwa yang dapat kartu itu betul-betul petani,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada para jajaran ASN dilingkungan Pemkab Pesawaran untuk selalu mendukung Bupati dalam menjalankan program yang telah ditetapkan.

“Kepada para ASN baik itu pejabat eselon dan pegawai staff, ingat PNS harus loyal suksesnya program Kabupaten, apabila Bupati dan para pejabatnya bisa saling bahu-membahu dalam menjalankan tugasnya, tapi saya apresiasi kekompakan di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengaku akan segera menjalankan program Pemprov Lampung.

“Sesuai arahan pak Gubernur, kami akan langsung membentuk tim teknis terkait program petani berjaya, nanti pak Sekda tolong langsung dibentuk,” kata dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung yang telah memberikan pembinaan dan pengarahan terhadap jajaran ASN dilingkungan Pemkab Pesawaran.

“Semoga apa yang disampaikan bapak Gubernur bisa bermanfaat bagi kami, sehingga bisa berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Andan Jejama,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pesawaran

Pesantren Jadi Pusat Inklusi Keuangan Syariah, OJK Lampung Resmikan Program EPIKS

Published

on

Alteripost Pesawaran – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pesawaran meluncurkan Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren dan perluasan akses keuangan syariah di masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh.Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung, Ibu Rinvayanti; Bupati.Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M.; Wakil Bupati Pesawaran, Bapak Antonius Muhammad Ali, S.H.; Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy; Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, M.Pd.I; Bendahara JP3M Provinsi Lampung, Ibu Nyai Hj. Maryam Maulida; Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pesawaran, Ibu Desy Anggraini; serta perwakilan Bank Sampah Sahabat Gajah, perangkat desa Gerning, dan para santri Pondok Pesantren Al-Hidayat.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy,
menegaskan bahwa program EPIKS merupakan bagian dari upaya memperkuat peran suatu daerah atau lembaga, yang dalam hal ini adalah pondok pesantren selaku lembaga pendidikan keagamaan dalam ekosistem keuangan syariah. “OJK siap membersamai TPAKD Kabupaten Pesawaran agar tahun depan dapat meraih TPAKD Awards. Kami melihat Pesawaran memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keuangan syariah karena lebih dari 96% penduduknya beragama Islam dan terdapat lebih dari 80 pondok pesantren di wilayah ini,” ujar Otto.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa dalam kegiatan EPIKS kali ini diluncurkan program bank sampah di pondok pesantren dengan mengaktifkan agen laku pandai syariah yang dapat membantu pengolahan limbah sampah, menjadi bernilai ekonomis. Selain itu, telah dilakukan pembukaan 650 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) berbasis syariah bagi santri Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, di mana hasil penukaran sampah akan dimasukkan ke dalam tabungan santri.

“Sinergi antara rekening SimPel syariah dan bank sampah ini adalah inovasi yang luar biasa. Santri tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar menabung, mengelola keuangan, dan berkontribusi pada ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” tambah Otto.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung yang diwakili oleh Ibu Rinvayanti, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena merupakan provinsi dengan jumlah pondokpesantren terbesar kedua di Sumatera, yaitu sebanyak 1.196 lembaga. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OJK, lembaga keuangan syariah, dan pesantren dalam memberdayakan masyarakat melalui sistem ekonomi yang adil, etis, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian,
mengapresiasi dukungan OJK dan BSI yang telah membuka 600 rekening pelajar bagi santri. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat semangat kemandirian dan literasi keuangan syariah di kalangan santri serta mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, turut
menyampaikan bahwa santri di Al-Hidayat tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali keterampilan kewirausahaan seperti membuat roti, meracik kopi, hingga mengelola pertanian. Ia berharap program EPIKS ini dapat memperluas manfaat ekonomi pesantren sekaligus membantu pengelolaan sampah menjadi
bernilai ekonomis.

Melalui peluncuran program EPIKS ini, OJK mempertegas komitmennya untuk
mendorong keuangan syariah sebagai pilar penting inklusi keuangan nasional,
dengan menjadikan pesantren sebagai pusat penggerak ekonomi umat dan agen
perubahan menuju masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan cerdas finansial.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading