Connect with us

Lampung

PT. Asia Makmur Donasikan Dana Kemanusiaan ke PMI Provinsi Lampung

Published

on

Foto: Koh Budi saat memberikan donasi dana kemanusiaan ke PMI Provinsi Lampung (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua PMI Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal atas nama Pengurus PMI Provinsi Lampung menerima donasi dana kemanusiaan dari PT. Asia Makmur, bertempat di PT. Asia Makmur Way Laga Bandar Lampung, Jum’at (28/01/2022).

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur PT. Asia Makmur, Budi Setiawan kepada Ketua PMI Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, disaksikan segenap pengurus PMI Provinsi Lampung, Pimpinan dan jajaran Karyawan PT. Asia Makmur.

Direktur PT. Asia Makmur, Budi Setiawan yang juga tercatat sebagai pengurus PMI Provinsi Lampung memberikan donasi dana kemanusiaan sebagai bentuk ungkapan syukur dan kepeduliannya pada kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakan PMI Provinsi Lampung.

Budi Setiawan juga sangat mengapresiasi PMI Provinsi Lampung yang secara terus menerus melaksanakan gerakan kemanussiaan di bawah kepemimpinan Riana Sari Arinal, diantaranya melalui kegiatan SIGER, Saatnya Bergerak untuk Rakyat yang membutuhkan yang sudah menjangkau hingga ke Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Untuk itulah dirinya tergerak untuk membantu PMI Provinsi Lampung dalam bentuk donasi dana kemanusiaan.

“Saya berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu PMI Provinsi Lampung dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan”, ucap Budi.

Sementara itu Ketua PMI Provinsi Lampung Riana Sari Arinal dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT. Asia Makmur dan jajaran yang telah memberikan dana donasi kemanusiaan untuk membantu PMI dalam rangka tugas – tugas kemanussiaan.

Menurut Riana Sari, bahwa PMI tidak hanya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan ketersediaan darah, namun juga melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan terkait bencana alam dan kegiatan sosial lainnya.

“Atas amanah donasi yang ditipkan kepada kami, PMI Provinsi Lampung mengucapkan terimakasih dan semoga dapat membantu masyarakat Lampung yang membutuhkan”, ucap Riana

“Saya berharap Gerakan donasi ini dapat menjadi teladan bagi kita semua “, harap Riana sapaan akrabnya.

Menurut Riana Sari, donasi yang diberikan oleh PT. Asia Makmur kepada organisasi PMI Provinsi Lampung merupakan donasi terbesar yang pernah diterima dengan nilai sebesar 3 (tiga) Milyar rupiah, dirinya juga berharap dengan donasi yang diberikan dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat di Provinsi Lampung yang benar – benar membutuhkan.

Riana juga berharap, kepada semua yang hadir agar saling membantu sesama, minimal di lingkungan masing – masing. Kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sangat dibutuhkan dimasa pandemi seperti saat ini. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading