Connect with us

Lampung Selatan

Untuk Kecamatan Tanjung Bintang, Pemkab Lamsel Kucurkan Anggaran 30 Miliar

Published

on

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kucurkan anggaran pembangunan sebesar Rp.30.124.227.040 untuk Kecamatan Tanjung Bintang.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanjung Bintang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat kecamatan, yang digelar di lapangan Karya Bhakti, desa Budi Lestari, Kamis (3/2/2022).

Camat Tanjung Bintang Hendry Hatta mengungkapkan, pada tahun 2021 telah terealisasi beberapa pembangunan infrastruktur di kecamatan Tanjung Bintang, seperti pembangunan jalan Rabat Beton, pembangunan jalan Lapen, Drainase dan Talut.

Rinciannya, yaitu Jalan Rabat Beton sepanjang 5001,5 m dengan total biaya pembangunan Rp.2.372.993.630, Jalan Lapen sepanjang 5.679 m dengan total biaya pembangunan Rp. 1.166.521.900, pembukaan Drainase 1.203,5 m dengan total biaya Rp.411.000.770 dan Talut sepanjang 2800 m dengan total biaya Rp. 603.158.600.

“Rabat beton itu yang terdiri dari Desa Sabah Balau dengan panjang 658 m, desa Kali Asin 425 m, desa Pesimpang 234 m, desa Sukanegara 570 m, desa Sindang Sari 1.711 m, desa Rejo Mulyo 278 m, desa srikaton 487 m, desa Lematang 150 m, desa Way Galih 400 m, desa Sinar Ogan 88,5 m,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto berpesan, agar semua pembangunan infrastuktur yang telah terealisasi di Kecamatan Tajung Bintang, dapat dijaga dan dirawat dengan baik.

“Pesan saya yang mana telah terealisasi capaian pembangunan terus dijaga. Saya minta juga ada kekompakan dalam membangun, apa potensi desa kita itu sudah ada pemetaan. Karena selama 2 tahun pandemi ini, merosot ekonomi,” katanya.

Nanang juga meminta, agar para Kepala Desa beserta jajaran terkait melakukan koordinasi dengan Camat, dalam memetakan potensi-potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di wilayahnya masing-masing.

Menurutnya, melalui koordinasi tersebut seluruh jajaran terkait dapat saling menyatukan ide dan gagasan bersama, dalam mendorong kemajuan Kabupaten Lampung Selatan.

“Yang lebih celaka lagi antara kecamatan dan kepala desa tidak tahu wilayahnya. Ini tugas kita semua bukan tugas dinas kesehatan pendataan tentang masyarakat yang benar benar miskin. Yang punya wilayah adalah kepada desa dan dibantu oleh aparatur desa dan BPD. BPD juga punya kewajiban membantu desa bukan hanya mengoreksi kepala desa,” ujarnya.

Nanang menambahkan, selain melakukan pengembangan pada potensi SDA dan peningkatan Infrastruktur, dalam memajukan daerah perlu pula diimbangi dengan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat.

“Jadi bapak ibu sekalian, tupoksi kita, arah kita sebagai kepala desa itu seperti apa. Pendataannya, jangan sampai ada anak sekolah yang putus sekolah tidak tahu, tidak peduli. Bagaimana kita mau meningkatkan SDM nya, IPM masyarakat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Nanang meminta kepada seluruh jajaran terkait terutama Kepala Desa agar lebih memperhatikan masyarakat pada sektor pendidikan, terutama anak yang masih berada pada usia sekolah.

“Jangan sampai tidak peduli dengan anak yang tidak sekolah. Pemerintah menyediakan PKBM dan ada pelatihan-pelatihan. Siapa lagi yang akan memperhatikan masyarakat kita kalau bukan kita. Kita dipilih bukan untuk gagah-gagahan tapi kita dipilih untuk memajukan desa kita. Hilangkan ego kita untuk kepentingan desa kita kecamatan kita,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka

Published

on

Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.

Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.

Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.

Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.

Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.

Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.

Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.

Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.

Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).

Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.

Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.

“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.

Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading