Lampung Selatan
Untuk Kecamatan Katibung, Pemkab Lamsel Gelontorkan Puluhan Miliar
Alteripost.co, Lampung Selatan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) kucurkan anggaran pembangunan Tahun 2022 sebesar Rp.26.857.118.268 untuk Kecamatan Katibung.
Anggaran itu terdiri dari anggaran operasional Kecamatan Katibung sebesar Rp.2.166.169.500 dengan total Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.24.690.948.768.
Hal itu terungkap dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kecamatan Katibung, yang digelar di lapangan desa Trans Tanjungan, pada Jum’at (4/2/2022).
Pada kesempatan itu, Camat Katibung Hendra Jaya mengungkapkan, mengenai beberapa pembangunan fisik dan non fisik yang telah terealisasi di wilayahnya. Dimana, pada Tahun 2021 Kecamatan Katibung mendapatkan Total Dana Pembangunan sebesar Rp.31.882.380.395.
Sementara, untuk total Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah disalurkan menggunakan DD untuk Kecamatan Katibung Tahun 2021 sebanyak 17.452 KK dengan nilai sebesar Rp. 5.235.600.000.
Pagu ADD dan ADD Kecamatan Katibung, pada tahun yang lalu 2021 sebesar Rp.15.720.355.000, yang mana tahun ini ada kenaikan sebesar 5 persen menjadi Rp.16.894.227.000. Untuk ADD tidak mengalami penaikan tetap diangka Rp.7.796.721.768,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hendra Jaya mengungkapkan, mengenai pembangunan fisik yang telah terealisasi pada tahun 2021, yaitu peningkatan Jalan Rabat Beton Dusun Rejo Desa Tanjung Agung sepanjang 482 m.
Kemudian, peningkatan Jalan Rigid Beton ruas Jalan Tugu Topeng-Simpang babatan sepanjang 660 m, pembangunan jalan lingkungan dan drainase desa karya, pembangunan gorong-gorong dusun Way Buha desa Tanjung Agung.
Selanjutnya, pembangunan sumur bor di desa Tanjung Ratu, pembangunan sumur BOR JIAT di desa Tanjungan dan desa Neglasari, pembangunan sumur bor SPAM dan saluran desa Neglasari, pemasangan pipa dan saluran di rumah desa Pardasuka.
“Untuk jalan Tugu Topeng hingga Simpang Babatan karena terkenda Covid-19, kita dapatnya sepotong-sepotong. Tadi jalan yang kita lewati untuk kesini, sebagian bagus udah beton, sebagian lagi belum,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa mengungkapkan, penyusunan perencanaan tahun anggaran 2023 akan menerapkan penyusunan dokumen perencanaan berbasis e-learning, melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Dimana dengan menggunakan aplikasi tersebut, akan mendorong adanya ketersediaan data dan informasi pembangunan daerah yang lebih akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Rencana kegiatan pembangunan desa akan diintegrasikan dengan prioritas pembangunan dan inovasi daerah di wilayah kecamatan, sehingga terjadi sinkronisasi baik prioritas pembangunan desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat,” ujar Pandu mewakili Bupati Lampung Selatan.
Oleh karena itu, lanjut Pandu, kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan harus dijadikan sebagai forum tertinggi dalam menjaring aspirasi masyarakat terkait perencanaan pembangunan. Karena, nantinya aspirasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan acuan dalam penyusunan program tahun 2023.
“Musrenbang RKPD tingkat Kecamatan ini hendaknya tidak hanya dijadikan sekedar melaksanakan tahapan-tahapan proses perencanaan pembangunan, tetapi saya tekankan bahwa forum Musrenbang ini agar dijadikan satu-satunya forum yang tertinggi dalam menjaring aspirasi masyarakat,” katanya. (*)
Lampung Selatan
Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka
Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.
Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.
Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.
Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.
Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.
Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.
Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.
Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.
Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.
Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).
Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.
Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.
“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.
Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

