Connect with us

Lampung

Meriahkan HUT Provinsi Lampung ke-58, PMI Lampung Fasilitasi Kegiatan Vaksinasi

Published

on

Foto: Ketua PMI Lampung saat meninjau kegiatan vaksinasi (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung meninjau pelaksanaan vaksinasi Booster di Graha Wangsa, Selasa (08/03/2022). Dalam kegiatan tersebut tersedia 5000 Dosis vaksin.

Rupanya, demi menyukseskan acara tersebut, PMI Lampung bekerjasama dengan KKP kelas II Panjang, kegiatan itu menjadi rangkaian kegiatan HUT Provinsi Lampung ke-58.

Kegiatan direncanakan dilaksanakan selama 3 hari yang dimulai tanggal 8 hingga 10 Maret 2022, dengan target sasaran masyarakat umum dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Calon peserta Vaksinasi Booster datang langsung dan melakukan pendaftaran dengan menunjukan bukti vaksinasi ke 2 serta Kartu Tanda Penduduk, selanjutnya pelayanan vaksinasi dilakukan oleh petugas PMI dan Tim Vaksinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Riana Sari Arinal berdialog dengan beberapa peserta Vaksinasi Booster dan tenaga Medis.

Riana Sari berharap, dengan digelarnya kegiatan Vaksinasi sebanyak 5000 dosis ini dapat mendukung percepatan vaksinasi di Provinsi Lampung.

“Kegiatan ini digelar selama 3 hari, jadi mohon dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya kesempatan ini, ajak keluarga, saudara dan rekan – rekan untuk ikut vaksinasi”, ucap Riana Sari.

Dalam rangkaian HUT Provinsi Lampung, PMI juga memberikan bingkisan berupa 1 liter minyak goreng kepada masing-masing peserta Vaksinasi Booster selama pelaksanaan vaksinasi.

Pada pelaksanaan hari pertama, turut berpartisipasi 100 pengemudi transportasi online dan hingga pukul 12.00 telah divaksin sebanyak 268 orang.

Hadir mendampingi Ketua PMI Provinsi Lampung, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Kepala BPBD, sejumlah pengurus PMI Provinsi Lampung. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading