Lampung
Terima Audiensi Rombongan PLN UIK Sumbagsel, Arinal: Mari Bersama Membangun Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menerima audiensi General Manager (GM) PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Djoko Mulyono di Mahan Agung, Selasa (5/4).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung Hery Sadli, General Manager PLN UID Lampung I Gede Agung Sindu Putra beserta jajaran.
Saat audiensi, General Manager PLN UIK Sumbagsel, Djoko Mulyono menyampaikan bahwa PLN Sumatera Bagian Selatan mengelola unit pembangkitan di 5 Provinsi yaitu, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.
Djoko Mulyono juga menjelaskan, bahwa di Provinsi Lampung terdapat beberapa unit pelaksana, yaitu PLTU Sebalang, PLTU Tarahan, kemudian PLTA Batu Tegi dan PLTP Ulubelu dengan total keseluruhan menghasilkan kapasitas daya sebesar 700 MW. Sementara beban puncak Provinsi Lampung adalah 1000 MW.
Untuk menutup kekurangan kapasitas daya sebesar 300 MW tersebut, Djoko Mulyono menjelaskan telah menempuh berbagai upaya, salah satunya dengan merelokasi PLTG dari Padang ke Sebalang.
Djoko Mulyono juga menyampaikan bahwa di akhir tahun, PLN akan merampungkan pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dengan kapasitas daya sebesar 2 x 620 MW yang dibangun oleh PT Bukit Asam bekerjasama dengan China Huadian Hongkong Company Ltd dan merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. Diharapkan pembangunan PLTU ini nantinya juga akan membantu Kawasan Industri di Provinsi Lampung.
Menanggapi kekurangan kapasitas daya sebesar 300 MW saat mencapai beban puncak, Gubernur Arinal mengatakan akan mengirim surat ke pusat serta meminta dukungan dari PLN UIK Sumatera Bagian Selatan untuk bersama-sama saling berkoordinasi terkait solusi untuk menutupi kekurangan daya tersebut.
Gubernur meminta PLN agar turut mendukung pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah, seperti pembangunan Rumah Sakit Internasional, Bakauheni Harbour City dan pelabuhan di Tanggamus.
Selain itu, Gubernur juga menjelaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi yang besar dalam berbagai sektor, seperti pertanian perkebunan perikanan pariwisata dan lainnya, sekaligus menopang kebutuhan pangan ibukota.
Gubernur Lampung mengajak PLN untuk bersama-sama membangun Lampung, terutama untuk mendukung aktivitas perekonomian rakyat dan sektor industri di Provinsi Lampung.
“Saya ingin bangun Lampung secara bersama-sama, karena tugas kita mengabdi dan melayani rakyat. Kalau ada kendala, tolong beritahu saya agar kita sama-sama cari solusinya,” kata Gubernur Arinal. (rls)
Lampung
RSUDAM Ukir Capaian Baru, Pengembangan Layanan Melalui Tindakan DSA
Alteripost.co, Bandarlampung-
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung mengukir capaian baru dalam pengembangan layanan kesehatan dengan melaksanakan tindakan neurointervensi Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk pertama kalinya di Provinsi Lampung.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya RSUDAM memperkuat layanan medis spesialistik berbasis teknologi modern, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan penanganan gangguan pembuluh darah sesuai indikasi medis.
Direktur RSUDAM, dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM., mengatakan pengembangan layanan spesialistik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kapasitas rumah sakit sebagai pusat rujukan kesehatan di Lampung.
“Tentunya, saya berharap pengembangan tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, sekaligus mendukung tersedianya layanan medis yang lebih komprehensif di daerah, khusus di RSUDAM,” kata Lukman, Jumat (23/10/2026).
DSA Dukung Pemeriksaan Pembuluh Darah
Digital Subtraction Angiography (DSA) merupakan teknologi pencitraan medis yang digunakan untuk menampilkan pembuluh darah secara terperinci dengan bantuan zat kontras dan pemrosesan citra digital.
Teknologi ini membantu dokter mengidentifikasi kelainan pembuluh darah dan menentukan pendekatan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan serta kondisi klinis pasien.
Dengan hadirnya layanan neurointervensi DSA, masyarakat Lampung diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan diagnostik dan intervensi pembuluh darah tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Meski demikian, pelaksanaan tindakan tetap bergantung pada hasil evaluasi medis, indikasi klinis, serta kesiapan fasilitas dan tim yang menangani pasien.
Pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem pelayanan rujukan yang mengintegrasikan teknologi kedokteran, kompetensi tenaga medis, tata kelola, dan penerapan standar keselamatan pasien.
Didukung Tim Dokter Spesialis
Pelaksanaan neurointervensi DSA di RSUDAM didukung kolaborasi dokter spesialis neurologi dan bedah saraf, serta tenaga ahli dari RS Pleni Jakarta.
Tim medis yang terlibat terdiri atas:
dr. Alfi Rizky Medikanto, M.Sc., Sp.N., AIFO-K., FINA., dr. Izza Ayudia Hakim, Sp.N., AIFO-K., FISQua., FINA.; dr. Muhammad Yunus, Sp.BS., Fis., M.Kes.; dan dr. Fritz Sumantri Usman, Sp.N., Subsp. NIIOO(K)., FINS., FINA., dari RS Pleni Jakarta.
Kolaborasi lintas keahlian tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan layanan berteknologi tinggi.
Selain mendukung pelaksanaan tindakan, kerja sama ini juga membuka ruang penguatan kapasitas profesional tenaga medis dalam memberikan pelayanan sesuai kebutuhan klinis pasien.
Perkuat Layanan Rujukan di Lampung
Pengembangan neurointervensi DSA merupakan bagian dari langkah berkelanjutan RSUDAM dalam meningkatkan layanan unggulan, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana kesehatan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis spesialistik, rumah sakit rujukan dituntut terus mengembangkan kemampuan klinis dan meningkatkan akses terhadap teknologi kedokteran yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Melalui pengembangan layanan ini, RSUDAM berupaya memperkuat perannya dalam sistem pelayanan kesehatan rujukan di Provinsi Lampung.
Ke depan, pengembangan layanan spesialistik diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan mengutamakan profesionalisme, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen RSUDAM dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Lampung. (*)

