Connect with us

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Resmikan Puskesmas Way Halim Rawat Jalan

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Peresmian gedung Baru Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Way Halim Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung. Rabu (6/7/2022) di Jalan Kelapa Sawit V No. 71 Perumnas Way Halim.

Sambutan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, peresmian puskesmas ini adalah puskesmas rawat jalan untuk warga kota bandar lampung yang ada di way halim, dan di way halim ini ada dua puskesmas, yang pertama dan sudah ada adalah puskesmas rawat inap 24 jam dan yang di resmikan hari ini adalah puskesmas rawat jalan.

Walikota berharap, Tim medis yang siaga di Puskesmas juga harus sigap memberikan penanganan kepada setiap pasien yang datang dalam kondisi darurat. Pelayanan berikan yang terbaik untuk masyarakat, obati terlebih dahulu, kasih tindakan dulu. Baru ditanyakan identitas dan sebagainya. Ucap Bunda Eva Sapaan Akrabnya.

“Saya minta kepada UPT puskesmas rawat jalan tolong berikan pelayanan yang terbaik kepada warga disaat datang berobat, bukan saja di puskesmas way halim saja namun semua puskesmas yang ada di kota bandar lampung di 20 kecamatan, berikan pelayanan terbaik jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Berikan wajah terbaik senyum dan ramah, layani terlebih dahulu warga yang ingin berobat baru menanyakan alamat tinggal dimana”. Ujarnya.

Kemudian Peningkatan pelayanan juga akan dilakukan dengan meningkatkan kualitas dokter melalui beasiswa pendidikan kedokteran. Pemkot memberi beasiswa dokter, dana nya sudah kita alokasikan untuk mereka sekolah. Tapi syaratnya itu tadi, dia harus kembali mengabdi di kota Bandar Lampung”. Pungkanya. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Bandar Lampung Usia 344 Tahun, Kolaborasi Pemkot dan Pemprov Ditekankan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Published

on

Grahapost Bandar Lampung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, selama 344 tahun perjalanan sejarahnya, Bandar Lampung telah berkembang menjadi gerbang Pulau Sumatra yang strategis sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan kebudayaan di Provinsi Lampung.

Menurut Eva, capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta para pemangku kepentingan yang terus berkontribusi bagi kemajuan kota.

Pada HUT ke-344 tahun ini, Pemkot Bandar Lampung mengusung tema *“Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas.”* Tema tersebut mencerminkan tekad menjadikan Bandar Lampung sebagai kota yang berdaya saing, inovatif, nyaman, aman, dan sejahtera.

“Indonesia Emas bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” kata Eva.

Ia menegaskan, berbagai program pembangunan terus dilakukan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga transformasi digital pemerintahan.

Sementara itu, Gubernur Lampung memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Kota Bandar Lampung yang kini memasuki usia ke-344 tahun. Menurutnya, Bandar Lampung telah menjadi wajah kemajuan Provinsi Lampung sekaligus simbol perkembangan daerah di Pulau Sumatra.

“Kota Bandar Lampung menjadi wajah yang baik bagi Provinsi Lampung, simbol kemajuan dan rumah bagi seluruh warga,” ujarnya.

Gubernur berharap Bandar Lampung terus berkembang menjadi kota yang nyaman, aman, dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang. Ia juga menilai Bandar Lampung sebagai salah satu kota paling maju di Sumatra yang membutuhkan pembangunan berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan perkotaan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Serta memperluas lapangan pekerjaan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tandas. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading