Politik
Kader Muda-mudi Gerindra dan PKB di Lampung Pacaran
Alteripost.co, Bandarlampung-
Hubungan kader Muda-mudi Gerindra dan PKB di lampung semakin mesra, hal ini di tunjukan oleh Organisasi sayap partai Gerindra, TIDAR Lampung bersama dengan sayap partai PKB Lampung menggelar agenda bersama dengan tajuk ‘Pacaran’ (Pagi-Pagi Cari Sarapan), di Bubur Ayam Van Danoe, dalam acara tersebut juga di gelar talkshow yang dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kusuma Dewangsa, Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, keduanya menjadi narasumber mewakili politisi dari kalangan milenial.
Dalam sambutannya, Ketua TIDAR Lampung Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa dirinya ingin silaturahmi dibalut dalam suasana santai dan hangat layaknya muda-mudi yang sedang pacaran.
Masih kata Reza, tujuan diadakannya pertemuan ini adalah untuk mendorong kesadaran melek politik dan memicu anak muda lampung agar tak anti politik.
“Anak muda tidak boleh apatis terhadap politik, makanya kita santai, pacaran aja temanya,” kata Reza.
Sejalan dengan yang dipaparkan Reza, Ketua DPW Garda Bangsa Lampung Ardito Wijaya mengatakan bahwa dirinya menyakini kekuatan anak muda dalam politik akan sangat menentukan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Ardito juga meyakini bahwa silaturahmi pacaran yang digagas TIDAR dan Garda Bangsa adalah kolaborasi antara kedisiplinan dan keimanan.
“TIDAR ini terkenal dengan disiplin komando, kalau Garda Bangsa terkenal doanya makbul, sudah lengkap kekuatan anak muda,” timpal Ardito.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu mengatakan bahwa hubungan baik diantara organisasi kepemudaan merupakan hal yang sangat positif.
Masih kata Pandu, dirinya sangat berharap kedepan akan lahir bibit unggul anak muda yang menjadi pemimpin di sang bumi ruwai jurai. tutupnya.
Perlu diketahui, dalam agenda Pacaran bersama TIDAR Lampung dan Garda Bangsa dihadiri Sekretaris DPD Gerindra Lampung, Ahmad Giri Akbar, Bendahara Umum TIDAR Lampung Nilam Djausal. (Rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

