Politik
Turun ke Arus Bawah, Gerindra Lampung Bantu Korban Kebakaran di Kota Karang
Alteripost.co, Bandarlampung-
Jajaran pengurus Gerindra Lampung turun ke lapangan guna membantu korban kebakaran di Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Timur, Bandarlampung, dengan mendistribusikan sembako dan pakaian bagi warga 30 rumah korban pengungsian yang terdampak insiden kebakaran tersebut.
Rombongan yang dipimpin Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dwita Ria Gunadi menyambangi lokasi pengungsian. Ia menyatakan rasa empatinya kepada para warga korban kebakaran.
Saat berinteraksi dengan warga, senator asal Lampung ini juga terus memberikan penguatan dan semangat pada warga yang kehilangan tempat tinggal agar tetap kuat dan tabah.
Pada kesempatan yang sama, Dwita Ria Gunadi berjanji akan mengupayakan bantuan dari pemerintah daerah serta seluruh stakeholder terkait.
“Kita upayakan untuk bantuan pemerintah dan pihak-pihak lain akan terus berdatangan ke Kota Karang,” ujar Dwita (7/7/2022).
Dwita Ria Gunadi kembali menambahkan bahwa dirinya beserta seluruh kader Gerindra yang hadir turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa warga.
Dengan penuh rasa haru, Dwita mengungkapkan kehilangan tempat tinggal bukanlah hal yang mudah namun demikian ia meyakini perlahan semua akan segera pulih dengan izin Allah SWT.
“InsyaAllah semuanya tetap semangat, saya yakin Allah bersama kita,” ucapnya.

Menanggapi itu, Lurah Kota Karang Raya Khairudin mengatakan bahwa dirinya mewakil warga mengucapkan terima kasih atas bantuan ratusan paket sembako, pakaian, uang saku, serta popok dan makanan bayi yang diberikan partai Gerindra.
“Terima kasih atas bantuan dari Gerindra, ini amat sangat bermanfaat bagi warga kami,” ujarnya
Turut hadir mendampingi dalam pendistribusian bantuan korban pengungsian kebakaran Kota Karang diantaranya, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung Elly Wahyuni, Ketua DPC Gerindra Bandarlampung Andika Wibawa serta Wakil Ketua I DPRD Kota Bandarlampung Aderly Imelia Sari. (*)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

