Ruwajurai
Dalam Memaknai Idul Adha 1443, Juniardi Ajak Masyarakat Peka Terhadap Isu Sosial
Alteripost.co, Bandarlampung-
Salah satu wartawan senior di Provinsi Lampung Juniardi, memaknai Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah sebagai momentum untuk peka terhadap Isu-isu sosial yang sedang berkembang, sehingga tak hanya sekedar seremonial saja.
“Pertama saya ucapkan selamat menunaikan Hari Raya Idul Adha. Alhamdulillah, tahun ini kita dapat melaksanakan kurban sekaligus kita bagikan pada warga sekitar dan juga teman-teman jurnalis” ujar Juniardi selaku owner sinarlampung.co, Minggu (10/07/2022).
Juniardi menjelaskan sapi kurban yang telah tiba satu hari sebelum Idul Adha tersebut adalah sapi yang sehat dan siap disembelih.
“Jadi diwajibkan untuk sehat hewan yang akan di kurbankan, kan ini akan di bagikan ke penerima daging hewan kurban, warga kerabat dan lainnya”.
Juniardi menjelaskan dengan berkurban itu sama saja untuk membagi suatu harta atau kelebihan bagi yang membutuhkan.
“Dengan mensyukuri nikmatnya tidak harus dengan membagikan motor, mobil tapi dapat berkurban semampunya, sejatinya ketika berkurban itu kita harus bisa menyisihkan sebagian hartanya,” kata Juniardi.
Pada momen hari raya kali ini juga, Juniardi mengajak kepada masyarakat lampung yang ingin memberikan bantuannya pada korban kebakaran berapa hari lalu di dua titik lokasi sekitar Telukbetung, Bandarlampung dapat melalui kantor Redaksi Sinarlampung.
“Jika ada yang ingin ikut meringankan beban mereka, dapat datang ke kantor Redaksi sinarlampung.co, di Jalan Yossudarso no 494 (depan terminal), Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Bandarlampung, mulai tanggal 11 sampai 17 Juli 2022, dari jam kerja pukul 09.00 pagi sampai 21.00,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Sandi salah satu jurnalis media yang turut menghadiri acara mengatakan turut bahagia dan menyampaikan ucapan selamat Lebaran Adha 2022, khususnya untuk masyarakat Lampung yang merayakan.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, semoga lebaran dan kurban tahun ini membawa berkah untuk kita semua, semoga dilebaran nanti kita bisa kumpul seperti ini lagi,” tuturnya. (Rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

