Lampung Tengah
Jamin Peredaran Migor Aman, Bupati Musa Hadiri Dialog Bersama Mendag dan Gubernur Arinal
Alteripost.co, Lampung Tengah-
Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad menghadiri acara Arahan dan Dialog bersama oleh Menteri Perdagangan RI dan Gubernur Lampung, tentang Perkembangan Implementasi Kebijakan Perdagangan Antara Lain Minyak Goreng di Provinsi Lampung, di Mahan Agung Bandar Lampung. Selasa (12/7/2022).
Dalam Kesempatan tersebut turut mendampingi Bupati Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, UMKM dan Perdagangan juga hadir Kadis Perindustrian Lamteng.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam arahannya menyampaikan kepada Menteri Perdagangan dapat memberikan solusi terkait kondisi harga Bahan Pangan yang cukup melambung tinggi khususnya di Provinsi Lampung.
Gubernur juga menyampaikan berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov), sehingga Lampung menjadi perhatian khusus oleh pusat. Katanya.
Gubernur Arinal mengingatkan, agar Para Bupati dan Walikota melalui dinas perdagangan masing masing Kabupaten/Kota, untuk mengawasi peredaran barang Pangan yang menjadi kebutuhan juga suplai dan menjaga stoknya sesuai kebutuhan. Ujarnya.
Sementara itu Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengatakan, akan berusaha dan semaksimal mungkin menjaga harga bahan Pangan dan yang lainnya dapat stabil dan aman jumlahnya, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mencarinya.
Zulkifli Hasan juga mengingatkan Bupati / Walikota di Provinsi Lampung, untuk memantau Langsung dan melihat stok ketersediaan Di Wilayahnya. Mendag juga akan secepatnya mencarikan solusi beberapa barang pangan yang saat ini sedang mengalami kenaikan signifikan. Katanya.
Sementara itu Bupati Lamteng Musa Ahmad mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan dalam menekan turunnya harga barang pangan yang mengalami kenaikan.
Untuk itu Bupati Musa Ahmad akan mementau dan memastikan ketersediaan dan juga harga barang pangan di Lamteng, dan mengharapkan masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membeli barang kebutuhan dipasar sehingga tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan. Pungkasnya.(*)
Lampung
Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan
Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.
“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar
Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.
“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.
Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.
Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

