Lampung
Catat! Kabupaten Tubaba Bakal Jadi Tempat Launching Kolaborasi E-KPB dan Smart Village
Alteripost.co, Bandarlampung-
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Provinsi Lampung Kusnardi, memimpin Rapat Persiapan Launching E-KPB Sekaligus Implementasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB) berkolaborasi dengan Program Smart Village di Kabupaten Tulang Bawang Barat, bertempat di Ruang Rapat Staf Ahli, Rabu (20/07/2022).
Rapat tersebut membahas mengenai persiapan yang akan dilakukan dalam rangka rencana pelaksanaan kunjungan kerja Gubernur Lampung dalam rangka membuka Acara Launching E-KPB Sekaligus Implementasi Program KPB kolaborasi dengan program Smart Village yang bakal dilaksanakan pada Selasa, 26 Juli 2022 di Pasar Pulung Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Dibahas dalam rapat tersebut, rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam acara tersebut yang diantaranya Launching E-KPB; Transaksi penebusan pupuk bersubsidi pada 4 kecamatan (masing-masing 1 kelompok tani) yang akan dilakukan secara offline pada kecamatan Tumijajar dan Online pada Kecamatan Pagar Dewa, Kecamatan Way Kenanga dan Kecamatan Gunung Agunng.
Selanjutnya penyerahan bantuan program dan kegiatan dari Pemerintah Provinsi Lampung; Pelaksanaan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK); Peresmian Rumah Restorative Justice; dan Program Tulang Bawang menanam.
Kusnardi dalam kesempatan ini mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang hadir, untuk mempersiapkan dengan matang persiapan yang akan dilakukan terkait acara tersebut,
“Jadi tolong bapak ibu semua, persiapkan apa dan yang akan dilakukan dan telah dilakukan pada kabupaten Tubaba, lalu laporkan persiapan tersebut pada Biro Perekonomian”, ucapnya.
Perlu diketahui, hadir dalam Rapat tersebut, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tubaba Bayana, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Lampung Achmad Saefulloh, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tubaba Ahmad Hariyanto, serta Perwakilan OPD Pemerintahan Provinsi Lampung dan Kabupaten Tubaba. (*)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

