Lampung Selatan
Semarak Way Sulan Fair 2022 Lamsel Berlangsung Meriah
Alteripost.co Way Sulan – Semarak Way Sulan Fair 2022 berlangsung secara meriah, bahkan pembukaan ini mendapatkan antusias tinggi dari seluruh lapisan masyarakat, Rabu (27/7/2022).
Perayaan Way Sulan Fair 2022 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kecamatan Way Sulan ke-15 tahun, terlihat semakin meriah diwarnai dengan kembang api yang menghiasi langit Lampung Selatan (Lamsel).
Event yang berlangsung di Lapangan Diponegoro Desa Karang Pucung, Kecamatan Kecamatan Way Sulan ini, dibuka secara resmi oleh Bupati Lamsel Nanang Ermanto dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin beserta jajaran perangkat daerah.
Hadir juga Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Way Sulan, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Hj. Winarni Nanang Ermanto dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Yani Thamrin.
Camat Way Sulan Munir, SE mengungkapkan, tujuan diselenggarakannya Way Sulan Fair 2022 adalah untuk kembali menggeliatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus promosi potensi desa dan pameran produk UMKM dan IKM setempat.
Dirinya menyampaikan, Way Sulan Fair 2022 akan dilaksanakan selama 4 hari kedepan, dengan menampilkan berbagai produk hasil para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) setempat, serta terdapat pula pelayanan masyarakat dari UPTD Way Sulan dan Disdukcapil.
“Adapun maksud dan tujuan kami menggelar kegiatan Pameran UMKM dan IKM adalah untuk meningkatkan perekonomiam yang ada di kecamatan way sulan. Mudah-mudahan melalui kegiatan malam ini dapat dilihat oleh pengunjung, sehingga pengunjung bisa tertarik dan membeli produk lokal,” katanya.
Munir menyampaikan, event Way Sulan Fair sudah pernah dilaksanakan pada tahun 2018 lalu. Namun, karena pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama 2 tahun terakhir, event Pameran UMKM dan IKM ini sempat tertunda dan bafu bisa dilaksanakan kembali pada tahun 2022.
“Pada tahun 2018 pernah dilaksanakan Way Sulan Fair, namun hanya beberapa tenda. Ternyata masyarakat respon, tapi karena COVID-19 kami tidak bisa melaksanakannya. Alhamdulillah pada Semarak Way Sulan Fair yang ke-15 ini banyak sekali yang hadir. Yang paling berkesan adalah bapak ibu bupati, sekda, asisten dan OPD bisa hadir semua disini,” ujarnya.
Sementara, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto sangat mengapresiasi atas terselenggaranya event Way Sulan Fair 2022 tersebut. Dirinya berharap agar Kecamatan Way Sulan bisa menjadi pilot project dalam penyelenggaraan Pameran UMKM dan IKM yang akan berlangsung di 17 Kecamatan.
“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan sendiri, dengan kebersamaan kita bisa membuat tempat untuk menyajikan UMKM yang ada di Lampung Selatan. Rangkaian ini pas programnya, Pemda mengupayakan bagaimana UMKM bangkit. Daerah-daerah banyak mengalami kehancuran ekonomi,” ujar Nanang.
Nanang mengungkapkan, produk-produk unggulan hasil UMKM dan IKM yang dipamerkan di Way Sulan Fair 2022, nantinya akan kembali dijajakan pada Lampung Selatan Expo 2022 guna menarik para investor sekaligus dipromosikan ke masyarakat luas.
Mengingat, UMKM dan IKM bisa menjadi tulang punggung utama dalam percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di suatu wilayah.
“Untuk membangkitkan ekonomi, melalui UMKM dan IKM, pemerintah daerah nanti akan mengumpulkan UMKM yang ada. Kami akan kunjungi satu persatu stand yang ada di Way Sulan Fair 2022. Ini tugas kita semua, bagaimana produk UMKM ini dinaungi, bagaimana produk ini dipatenkan,” jelasnya.
Namun demikian, Nanang juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 disetiap kegiatan. Mengingat, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir.
“Bapak ibu sekalian COVID-19 ini belum selesai, maka saya pesan kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda, prokes tetep kita jaga, supaya aktifitas kita tetap bisa berjalan. Vaksin booster yang ke-3, saya pinta nanti capaian vaksin ini bisa mencapai target yang ditentukan pemerintah pusat, sehingga kegiatan seperti kni bisa kita laksanakan dengan baik,” kata Nanang. (*).
Lampung Selatan
Program Bedah Rumah Punya Aturan, Pemkab Jelaskan Kasus Nenek Asnah
Alteripost Kalianda – Kasus Nenek Asnah (64), warga Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung yang sempat viral di media sosial karena dianggap luput dari perhatian pemerintah, justru membuka pemahaman baru bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan bahwa bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah memiliki mekanisme dan syarat ketat agar benar-benar tepat sasaran.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan, Aflah Efendi, menjelaskan bahwa tidak semua rumah tidak layak huni otomatis bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Program RTLH dirancang dengan regulasi yang jelas untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Menurut Aflah, kasus yang dialami Nenek Asnah bukan karena pemerintah abai. Faktanya, Asnah telah menerima sejumlah bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan lainnya dari Kementerian Sosial.
“Bantuan bedah rumah itu ada aturannya. Bukan berarti pemerintah tidak peduli, tapi harus sesuai ketentuan agar tidak salah sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rumah milik Nenek Asnah belum dapat diperbaiki melalui program tersebut karena berdiri di kawasan register hutan. Secara regulasi, lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk pembangunan atau renovasi menggunakan dana bantuan pemerintah.
Aflah kemudian mengedukasi masyarakat terkait syarat penerima bantuan RTLH. Di antaranya, lahan harus milik pribadi yang dibuktikan dengan sertifikat atau dokumen sah, rumah dalam kondisi tidak layak huni dan telah ditempati minimal satu tahun serta pemohon merupakan warga Lampung Selatan yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga.
Selain itu, calon penerima harus terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5, belum pernah menerima bantuan serupa, serta memiliki surat pengantar dari desa yang diketahui camat. Syarat lainnya yang kerap terlewat adalah adanya swadaya dari penerima, meskipun dalam jumlah terbatas.
Di sisi lain, jumlah RTLH di Lampung Selatan masih cukup tinggi. Berdasarkan data, terdapat sekitar 8.400 unit rumah tidak layak huni yang membutuhkan penanganan bertahap.
“Karena jumlahnya banyak, tidak bisa diselesaikan sekaligus. Kami terus berupaya menambah kuota bantuan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, DPR RI, hingga pihak swasta melalui CSR,” jelas Aflah.
Untuk tahun 2026, Pemkab Lampung Selatan telah mendapatkan alokasi sementara sebanyak 544 unit dari APBN melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sementara dari APBD, dialokasikan 123 unit melalui Program Rumah Layak Huni (RULANI), dengan kemungkinan penambahan kuota.
Aflah pun mengimbau masyarakat agar bersabar apabila usulan bantuan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menekankan pentingnya akses informasi yang akurat guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjadikan Dinas Kominfo sebagai pintu utama dalam memperoleh informasi terkait kebijakan pemerintah daerah.
“Kominfo siap membantu masyarakat mendapatkan informasi yang benar, sehingga tidak perlu bingung atau terburu-buru menyimpulkan tanpa klarifikasi,” ujar Hendry.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dengan menyaring informasi sebelum dibagikan ke publik.
“Pastikan informasi yang beredar itu benar. Jika ragu, masyarakat dapat langsung mengonfirmasi melalui Kominfo agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.
Dengan penjelasan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa program bantuan, termasuk bedah rumah, dijalankan berdasarkan aturan yang ketat demi keadilan dan ketepatan sasaran.(*)

