Lampung Selatan
Bupati Nanang Ermanto Pinta ASN Lamsel Terapkan Makna Panca Prasetya Korpri
Alteripost.co Kalianda – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Lampung Selatan, untuk terus meningkatkan perannya sebagai pelayan dan abdi negara. Hal tersebut ditekankan oleh Nanang Ermanto dalam amanatnya, saat menjadi pemimpin apel mingguan di lapangan Korpri Pemda Lamsel, Senin (1/8/2022).
Nanang mengatakan, guna mendukung terwujudnya pemerintahan yang maju dan mandiri, para ASN perlu menerapkan setiap poin Panca Prasetya Korpri dalam kedisiplinan di setiap pekerjaan.
“Ini menandakan kebaikan untuk kita semua, bapak ibu sekalian kita membaca Panca Prasetya Korpri hanya beberapa suara, kalau kita hitung jumlah peserta apel ini, hanya beberapa yang terdengar. Dari awal kita masuk jadi PNS sudah berapa kali ikut apel,” kata Nanang.
Oleh karena itu, Nanang meminta kepada ASN agar dapat menerapkan makna yang terkandung didalam Panca Prasetya Korpri, dalam menjalan tugas dan tanggungjawab sebagai pelayan dan abdi negara.
“Saya ingin dimaknai, ada jiwa nasionalisme, apa yang harus kita lakukan sebagai pegawai, pengabdian bapak ibu. Ada yang sampai seribu kali lebih apel tapi belum hapal,” katanya lebih lanjut.
“Saya minta tanamkan kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Lamsel. Apel ini bukan hanya seremoni, tapi kandungan dari apel ini, apa yang harus diterapkan dan lakukan, nah ini tanggungjawab kita,” ujarnya.
Sebagai pintu gerbang dari pulau Jawa dan Sumatera, Nanang meminta agar ASN dapat meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong, serta terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Lamsel, yang lebih maju dan berdaya saing.
“Tanpa persatuan dan kesatuan tidak bisa, kita tunjukkan kebersamaan kita dengan niat kita membangun Lamsel, Kita apel baru beberapa bulan setelah pandemi COVID-19. Peran dari bapak ibu sekalian sangat kita perlukan, pandemi belum tau kapan usainya,” jelasnya. (*).
Lampung Selatan
Dinas Pendidikan Lampung Selatan Siagakan Layanan Pengaduan Selama SPMB
Alteripost Kalianda – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan secara online dan real-time untuk jenjang SD dan SMP dipastikan berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Seiring proses seleksi yang masih berlangsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan maupun tawaran “jasa titipan” yang menjanjikan kelulusan calon peserta didik.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru.
Berdasarkan data pusat kendali SPMB Dinas Pendidikan per 25 Juni 2026, distribusi kuota penerimaan jenjang Sekolah Dasar telah berjalan sesuai ketentuan. Sebanyak 475 SD di Kabupaten Lampung Selatan telah mengakomodasi kuota melalui Jalur Domisili sebesar 80 persen, Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran melalui Jalur Domisili dan Afirmasi masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Adapun komposisi kuota yang diterapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.
Menurut Syaifulloh, integrasi sistem pendaftaran berbasis digital yang diterapkan tahun ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, pengaturan kuota yang proporsional juga dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan.
“Sehingga tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid,” kata Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu percaya terhadap pihak-pihak tertentu yang menawarkan bantuan untuk meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi, terlebih apabila disertai permintaan imbalan atau tarif tertentu.
Menurutnya, seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem yang telah disediakan.
Karena itu, segala bentuk praktik percaloan maupun penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki ruang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh satuan pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tetap berjalan murni, bersih, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Segala bentuk pelanggaran, kecurangan, ataupun praktik percaloan yang ditemukan di lapangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan undang-undang,” tegas Syaifulloh.
Untuk menjamin keterbukaan informasi, masyarakat diimbau memantau perkembangan jurnal seleksi secara mandiri dan berkala melalui portal resmi SPMB. Selain itu, tim teknologi informasi dan layanan pengaduan juga disiagakan guna membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun validasi dokumen selama proses pendaftaran.
Syaifulloh juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik tidak sehat selama pelaksanaan SPMB. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Halo Lamsel di nomor 0821-2880-0800 atau secara langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan mengingatkan para orang tua dan wali murid agar menyikapi hasil seleksi secara bijak mengingat daya tampung setiap sekolah memiliki keterbatasan.
“Bagi para orang tua diharapkan tidak memaksakan diri agar putra-putrinya harus diterima di sekolah tertentu. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah merata, sehingga semua sekolah memiliki standar mutu pelayanan yang sama baiknya,” ujar Syaifulloh. (*)

