Lampung
Sambut Hari Kemerdekaan, Dekranasda Gelar Malam Nusantara Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ( HUT RI) ke-77 Tahun 2022, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung akan menggelar Kegiatan Malam Nusantara Lampung, yang berlangsung di Graha Wangsa Bumi Waras Bandarlampung, Senin (01/08/2022).
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Hj. Riana Sari Arinal, memimpin langsung rapat persiapan pelaksanaan Malam Nusantara Lampung, di Ruang Permaisuri Dekranasda Lampung.
Riana Sari mengatakan, Tema Malam Nusantara Lampung dipilih dalam kegiatan ini, karena masyarakat Lampung yang sangat majemuk dari berbagai suku, agama dan RAS, hidup rukun dan harmonis.
“Jadi acara Malam Nusantara Lampung untuk mempersatukan berbagai suku di Provinsi Lampung yang selama ini hidup rukun dan harmonis,” ujar Riana Sari.
Karena itu lanjut Riana Sari, dalam kegiatan ini, undangan yang hadir semua mengenakan pakaian adat Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini momentumnya HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita harus bersatu-padu untuk NKRI. Provinsi Lampung merupakan Indonesia mini. Karena itu, Malam Nusantara Lampung ini semua undangan mengenakan pakaian adat,” ujar istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini.
Sedangkan Sub tema “Semangat Kesatuan Memajukan UMKM Lampung”. Karena dalam kegiatan ini juga ada stan UMKM.
Dalam pakaian adat Nusantara ini, panitia membentuk tim juri yang akan menilai busana para undangan yang hadir. Bagi pakaian adat yang terpilih akan mendapat hadiah.
Riana Sari menjelaskan, selain tampilan busana adat Nusantara, acara Malam Nusantara Lampung juga akan diisi dengan berbagai hiburan.
Artis yang akan tampil yaitu, Andika Kangen Band dan Nania Idol. Selain itu juga ada paduan suara, Cetik Lampung yang akan dimainkan oleh ibu-ibu PKK.
Rapat persiapan panitia Malam Nusantara Lampung yang dipandu oleh Kadis Koperasi Drs. Syamsul Rizal, MM, dihadiri oleh Sekretaris Dekranasda Hj. Rusdiyana Dewi, Kadis Sosial Aswarodi, Kadis PPPA Fitrianita Damhuri dan segenap panitia. (rls)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

