Connect with us

Lampung Selatan

Persiapan Gelaran Lamsel Expo 2022, Nanang Gelar Rapat Internal Bersama Perangkat Daerah

Published

on

Altericpost.co Tanjung Bintang – Dalam rangka mendukung kemajuan pembangunan serta peningkatan kinerja para pegawai dilingkungan pemerintah daerah, Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto melakukan rapat internal dengan seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel. Rabu (3/8/2022).

Rapat berlangsung dikediaman Bupati Lamsel yang berlokasi di Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, dan turut dihadiri oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Lamsel Thamrin beserta seluruh pejabat dilingkungan Pemkab Lamsel.

Rapat tersebut juga diikuti oleh seluruh Camat se-Kabupaten Lampung Selatan. Selain membahas tantang kinerja masing-masing OPD, rapat tersebut juga turut membahas mengenai persiapan Gelaran Lampung Selatan Expo, rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lamsel.

Pada kesempatan itu, Nanang kembali mengingatkan para pejabat terkait keseriusan dan komitmennya dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai abdi negara. Khususnya dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat, guna membangun dan memajukan Kabupaten Lampung Selatan.

Dirinya menyebutkan bahwa dari hasil evaluasi kinerja dari masing-masing OPD, masih terdapat beberapa Dinas yang capaian kinerjanya belum maksimal. Oleh karena itu, Nanang meminta agar semua perangkat daerah benar-benar serius dan komitmen dalam menjalankan tugasnya.

“Bapak ibu ini adalah pemimpin yang harus bisa mempertanggung jawabkan atas apa yang bapak ibu pimpin, tanggung jawab atas kinerja ini yang harus dipegang komitmennya.karena kita sekarang ini tentang bagaimana menghadapi dunia era digital, tentunya kita semua harus bener-bener bisa berinovasi dan berkreatifitas yang mana inovasi dan kreatifitas yang kita ciptakan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

“Tugas pemimpin adalah tentang bagaimana kita biisa memberikan pelayanan  yang cepat dan baik kepaada masyarakat,” kata Nanang.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan pemaparan oleh tim Promotor Event dan Founder TvOne Herdinal sky, terkait dengan rencana gelaran Lampung Selatan Expo yang akan berlangsung selama 8 hari, mulai tanggal 13 sampai 20 November 2022 mendatang.

“Jadi selama 8 hari ini nanti kita akan Branding Lampung Selatan Go Nasional, dengan harapan kedepan, setelah digelarnya Lampung Selatan Expo, Kabupaten Lampung Selatan bisa menjadi perhitungan di kancah Nasional, jadi nanti kedepan tentang bagaimana Lampung Selatan benar-benar bukan hanya sekedar jadi buah bibir saja tetapi menjadi tempat masuknya para Investor yang masuk ke Lamsel”, jelasnya.

Lebih lanjut Herdinal menjelaskan, acara selama delapan hari itu, nanti pada malam harinya akan digelar konser-konser musik dengan menghadirkan berbagai group band ternama yang mungkin diantara nya Group Band Dewa, Slank dan Sheila on 7.

Selain itu, Herdinal menambahkan nanti juga akan kita adakan kegiatan ivent Trail mengingat Lampung Selatan ini dengan nuansa alam nya yang berbukit dan lautan sangat cocok apalagi saat ini pak Bupati sedang menyiapkan sirkuit Grasstrack, nanti kita juga akan datangkan tim-tim trail dari luar daerah insya Allah mereka siap dan mau untuk ikut serta dalam ajang Grasstrack,” kata Herdinal.

“Rencana event-event kegiatan serangkaian Lampung Selatan Expo ini nanti nya padat dan tentunya juga akan menyibukkan semua pegawai yang ada di pemerintah kabupaten Lampung Selatan. Untuk itu, kami memohon kerjasamanya dari semua bapak-bapak yang hadir disini dalam rangka bagaimana kita memberikan yang terbaik demi kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya lebih lanjut.

Untuk diketahui, bahwa gelaran event Lampung Selatan Expo 2022 tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Gubernur Mirza dan Bupati Egi Apresiasi Inovasi Pakan Mandiri Pembudidaya Ikan

Published

on

Alteripost Lampung Selatan – Pemanfaatan bahan baku lokal untuk pembuatan pakan ikan secara mandiri menjadi salah satu upaya meningkatkan keuntungan dan kemandirian pembudidaya ikan di Lampung. Inovasi yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, mampu menekan biaya pakan hingga 50 persen dibandingkan pakan pabrikan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi inovasi tersebut saat menghadiri panen raya ikan patin Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, kreativitas dan kemauan pembudidaya untuk mengembangkan usaha menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Gubernur menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan adalah tingginya biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan. Kondisi ini turut memengaruhi tingkat keuntungan usaha budidaya perikanan, yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perikanan budidaya yang masih berada di bawah angka 100.

Padahal, berbagai bahan baku untuk pembuatan pakan tersedia di daerah, seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin. Dengan mengoptimalkan potensi tersebut, pembudidaya dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan sekaligus menekan pengeluaran usaha.

“Bapak bisa ambil jagung sendiri, Bapak bisa memadukan sendiri, dicampur POC sendiri, tanam sendiri, panen sendiri, harganya jadi lebih baik, untungnya lebih banyak. Jadi, yang penting ternyata bukan padinya, bukan jagungnya, bukan bungkil sawitnya, bukan POC-nya. Yang penting adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit,” ujar Gubernur.

Melalui formulasi pakan mandiri yang dikombinasikan dengan pupuk organik cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu memproduksi pakan dengan biaya sekitar Rp5.000 per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pakan pabrikan yang berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Efisiensi tersebut berpotensi menurunkan harga pokok produksi pembesaran ikan patin dan meningkatkan margin keuntungan pembudidaya. Berdasarkan estimasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, panen dapat mencapai 18,7 ton per kolam, dengan potensi keuntungan bersih sekitar Rp10.000 per kilogram ikan.

Gubernur menegaskan, praktik budidaya yang efisien dan berbasis potensi lokal tersebut perlu diperluas agar semakin banyak pembudidaya memperoleh manfaat serupa. Ia secara khusus meminta Pokdakan Jaya Mandiri Lestari bersama dinas terkait menjadikan lokasi budidaya tersebut sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya ikan di Lampung Selatan.

“Kumpulkan semua petani budidaya ikan se-Lampung Selatan ke sini untuk belajar melihat kreativitas Bapak. Balik ke desanya, balik ke kampungnya, balik ke kolamnya, mereka akan buat pakan ikan sendiri,” instruksi Gubernur.

Selain memperkuat efisiensi produksi, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong perluasan akses pasar agar hasil budidaya ikan masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah kemitraan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Gubernur, masih terdapat pembudidaya ikan yang belum memiliki akses langsung ke dapur MBG. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya membuka jalur kemitraan yang memungkinkan pembudidaya lokal memasarkan hasil produksinya secara lebih luas.

“Bapak nanti kalau mau langsung jual ke MBG bisa. Saya cek ternyata banyak petani-petani budidaya kita ini ikannya belum dapat akses ke dapur. Maka kami, Bupati Egi, ini ditugaskan bagaimana membuka akses sebesar-besarnya bagi petani-petani seperti Bapak langsung masuk ke dapur,” tambahnya.

Gubernur menilai, penguatan produksi dari hulu dan perluasan pasar di hilir perlu berjalan beriringan. Dengan biaya produksi yang lebih efisien dan akses pemasaran yang semakin terbuka, usaha budidaya ikan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendampingi pengembangan sektor perikanan di Lampung, termasuk melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi perkembangan usaha budidaya ikan yang dijalankan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan penghalang untuk membangun kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Bupati Egi menyebut usaha budidaya ikan yang dirintis masyarakat sejak 2019 menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dioptimalkan menjadi sumber penghasilan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

“Panen raya hari ini adalah bukti bahwa usaha perikanan rakyat mampu menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan keluarga. Dengan segala keterbatasan, dengan segala hal yang dimiliki, lahan yang ada mampu dioptimalkan menjadi ruang-ruang ekonomi yang bertumbuh,” ujar Bupati Egi.

Ia juga mendorong pembudidaya untuk mengembangkan hilirisasi produk perikanan agar tidak hanya menjual ikan dalam kondisi segar, tetapi juga menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Bupati Egi mencontohkan pengembangan hilirisasi di Kampung Nelayan Merah Putih, Kecamatan Ketapang. Melalui pengolahan ikan menjadi produk fillet dan penyimpanan menggunakan cold storage, nilai jual komoditas dapat meningkat dari kisaran 700 menjadi 2.000, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengembangan produk olahan perlu menjadi bagian dari strategi penguatan sektor perikanan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Perwakilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Sariman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menunjang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Ia mengatakan, perbaikan jalan provinsi dan kabupaten memberikan manfaat bagi petani serta pembudidaya ikan, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Terima kasih atas terbangunnya jalan provinsi dan jalan kabupaten yang dulunya jalan jalur dua Kota Baru sempat vakum. Alhamdulillah setelah ada gubernur baru dan bupati baru bisa terlaksana dengan lancar. Alhamdulillah masyarakat bisa menikmati,” ujar Sariman.

Sariman juga menjelaskan, pembinaan yang diberikan kepada anggota kelompok membantu meningkatkan kemampuan pembudidaya, termasuk anggota yang baru memulai usaha. Pokdakan Jaya Mandiri Lestari saat ini beranggotakan 10 orang.

Salah satu anggota yang masih pemula mampu membudidayakan 5.000 benih ikan patin selama enam bulan dan menghasilkan sekitar 2,3 ton ikan saat panen.

Selain mengembangkan usaha produktif, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari turut menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan hasil perikanan kepada balita, ibu hamil, serta anak-anak yatim piatu di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk partisipasi kelompok dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan upaya penanganan stunting.

Melalui pengembangan inovasi pakan mandiri, perluasan akses pasar, dan penguatan hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading