Connect with us

Ruwajurai

Bank Lampung Melakukan Edukasi Kepada Nasabah Pengamanan Data

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, menjadikan perlindungan data nasabah menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu Bank Lampung secara konsisten berkomitmen menjaga keamanan data nasabah. Senin (15/8/2022).

Tidak hanya itu, Bank Lampung juga melakukan edukasi kepada nasabah menyangkut pengamanan data perbankan nasabah serta cara melakukan transaksi yang aman. Edukasi tersebut dilakukan Bank Lampung melalui media resmi Bank Lampung (Instagram dan website), media cetak, televisi, maupun online yang telah menjadi mitra Bank Lampung.

Edo Lazuardi Humas Bank Lampung mengungkapkan, edukasi menjadi hal penting ditengah gencarnya serangan kejahatan cyber. Untuk itu, Bank Lampung secara kontinyu memberikan edukasi kepada nasabah. Hal itu bertujuan agar nasabah menjadi lebih berhati-hati dan tahu bagaimana transaksi yang aman.

Materi edukasi yang dikupas Bank Lampung sangat beragam dan itu disampaikan melalui media resmi Bank Lampung. Diantaranya apa yang harus dilakukan nasabah jika mereka saat transaksi melalui ATM namun ATM nya tertelan. Kemudian apa saja modus-modus kejahatan cyber hingga waspada terhadap SMS/WA mengatasnamakan Bank Lampung dan lainnya.

“Sekarang banyak modus kejahatan di mesin ATM terutama di mesin ATM bersama yang ada di ruang publik seperti di mini market dan pom bensin.  Salah satu modusnya membuat kartu ATM kamu tersangkut dimulut mesin ATM. Kami minta kepada nasabah kalau sudah seperti itu jangan percaya dengan orang-orang yang menawarkan bantuan dengan meminta kamu menekan sejumlah nomor pada mesin ATM. Kalau hal ini terjadi jangan panik dan segera hubungi call center Bank Lampung 1500575 dan minta untuk memblokir kartu ATM kamu” ujar Edo Lazuardi.

Bank Lampung juga mengedukasi nasabah agar waspada terhadap Begal Rekening. Pasalnya pelaku kejahatan cyber seringkali menggunakan modus antara lain info perubahan tarif pengurusan data pribadi seperti PIN, OTP atau password. Kemudian tawaran menjadi nasabah prioritas, hal itu ditawarkan melalui media sosial seperti instagram, facebook atau whatsapp.

Tidak hanya itu adanya customer service palsu. Akun palsu muncul saat nasabah menyampaikan keluhannya dan tawaran agen laku pandai. Dimana pelaku menawarkan untuk menjadi agen laku pandai bank tanpa syarat yang rumit dan meminta sejumlah uang.

Menurut Edo, edukasi yang dilakukan Bank Lampung bertujuan agar nasabah menjadi lebih tahu dan waspada. Karena sekeras apapun Bank Lampung menjaga keamanan data nasabah namun jika tidak dibarengi edukasi yang baik untuk nasabah maka sangat besar kemungkinan mereka menjadi korban kejahatan. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading