Ruwajurai
Berbagai Jenis Lomba Meriahkan HUT Kemerdekaan di Perumahan Kampung Siger
Alteripost.co, Pesawaran-
Perumahan Kampung Siger, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran turut merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan RI dengan suka cita, Rabu (17/08/2022).
Warga setempat berinsiatif memanfaatkan akses jalan per blok untuk menyelenggarakan berbagai jenis perlombaan.
Berbagai jenis perlombaan yang diadakan seperti lomba masukin paku dalam botol, lomba kelereng, lomba makan kerupuk, lomba mengambil koin di pepaya.
Bahkan, lebih memeriah lagi saat panitia mengadakan lomba serok duit dan joget kursi, joget balon.
Lomba ini diikuti emak-emak komplek Kampung Siger.
Kemeriahan tak sampai di situ, pada sore harinya perlombaan futsal memakai daster yang diikuti peserta laki-laki.
Ketua panitia Syarif mengatakan perlombaan yang diadakan dalam rangka HUT ke-77 RI.
Meski terlihat sederhana, tetapi masyarakat dari anak-anak, tua, muda sangat antusias mengikuti setiap perlombaan yang diadakan.
“Alhamdulillah acara perlombaan di Perumahan Kampung Siger berjalan lancar,” tutur Syarif. (Rls)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

