Politik
Songsong Kemenangan di 2024, Gerindra Lampung Bakal Bekerja Maksimal Menangkan Prabowo
Alteripost.co, Bandarlampung–
Hasil Rapimnas Gerindra telah menetapkan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) yang bakal diusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Prabowo pun telah mendeklarasikan siap maju menjadi Capres di Sentul International Convention Center, Jumat (12/8/2022) lalu.
Sehari setelahnya, Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi berkoalisi menghadapi Pemilu 2024. Resminya koalisi itu ditandai dengan penandatanganan piagam deklarasi koalisi oleh Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Meski begitu, Gerindra dan PKB sama-sama belum menentukan siapa capres-cawapres yang akan diusung. Memang, pendaftaran capres-cawapres baru akan dibuka oleh KPU pada September 2023.
Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya bakal bekerja maksimal untuk memenangkan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden.
Anggota DPRD Lampung itu melanjutkan, sehingga hasil Rapimnas dan koalisi akan ditindaklanjuti oleh Gerindra seluruh Indonesia, dari tingkat provinsi hingga ranting.
“Soal koalisi ini urusan pusat. Kami di daerah belum dapat arahan secara khusus, tapi kerja sama yang dilakukan di pusat bersifat menyeluruh,” kata Ketua Gerindra Lampung Rakhmat Mirzani Djausal, Minggu (14/8/2022).
Menurut Mirzani, sesuai arahan Rapimnas, Gerindra Lampung akan fokus untuk berjuang memenangkan Bapak Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
“Prinsipnya, kami (Gerindra Lampung,red) fokus dalam memenangkan Bapak Prabowo di Pilpres 2024 mendatang,” tegasnya. (*)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

