Connect with us

Ruwajurai

Nakhodai F-SPBPU Lampung, Joko: Meningkatkan Kesejahteraan Anggota Jadi Misi Utama

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Federasi Serikat Pekerja Bangunan dan Pekerjaan Umum (F-SPBPU) Provinsi Lampung resmi terbentuk di Provinsi Lampung. Peresmian F-SPBPU yang juga merupakan konfederasi dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dilakukan di Kinar Resto, Sabtu (1/10/2022).

Joko Susilo,Ketua F-SPBPU Provinsi Lampung terpilih, dalam sambutannya mengatakan bahwa pembentukan F-SPBPU dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan pekerja harian buruh dan pekerja harian lepas. Maka untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut, F-SPBPU akan segera bergerak cepat membentuk kepengurusan di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

“Kita bersukur bahwa hari ini Federasi Serikat Pekerja Bangunan dan Pekerjaan Umum (F-SPBPU) Provinsi Lampung resmi terbentuk. Maka saya mengajak kepada semua pengurus untuk bersama-sama menjaga amanah dan membesarkan organisasi ini. Kita akan gerak cepat membentuk kepengurusan di 15 kabupaten/kota. Apabila kelak dalam kepengurusan saya teman-teman melihat ada kesalahan dalam membuat kebijakan, jangan segan untuk menegur melakukan teguran secara bijaksana,” kata Joko.

Joko juga menambahkan bahwa kehadiran F-SPBPU di Lampung bukan untuk bersaing dengan organisasi sejenis yang sudah lebih hadir.

Menurutnya, F-SPBPU seperti organisasi pekerja lainnya juga mempunyai misi meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Di mana kehadiran F-SPBPU dapat menjadi pengayom antara buruh dan pengusaha.

F-SPBPU juga akan hadir dengan program peningkatan skill untuk para buruh dan pekerja harian lepas. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.

Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading