Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Berkah Untuk Ibu Siti, Grand Prize Mobil dari Bank Lampung Telah Sampai

Published

on

Foto: pemenang grand prize undian tabungan Simpeda lokal Bank Lampung saat menerima satu unit mobil dari Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat (istimewa)

 

Alteripost.co, Lampung-
Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung Presley Hutabarat menyerahkan satu unit mobil Honda Brio kepada Siti Nurhamiah, peraih grand prize undian tabungan Simpeda lokal Bank Lampung periode tahun 2022, Kamis (20/10/2022).

Siti Nurhamiah (31) merupakan nasabah Bank Lampung KCP Rawajitu. Wanita yang berprofesi sebagai guru di SMPN 1 Gedung Aji Baru ini, sama sekali tidak menyangka meraih hadiah grand prize undian Simpeda Lokal Bank Lampung.

“Seperti mimpi bisa dapat hadiah mobil. Apalagi ini pertama kalinya saya mendapatkan hadiah dari Bank Lampung. Semoga Bank Lampung kedepan semakin maju,” ujar Siti Nurhamiah.

Kata dia, Siti Nurhamiah menjadi nasabah Bank Lampung sejak tahun 2019. Diakuinya saldo yang dimilikinya tidaklah besar namun ia rutin menabung. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi nasabah Bank Lampung.

Program undian tabungan ‘Simpeda Lokal Bank Lampung tahun 2022’ yang diundi tgl 22 September 2022 kemarin dengan total hadiah sebesar Rp 580.000.000,-. merupakan wujud apresiasi Bank Lampung kepada nasabah.

Dengan hadiah-hadiah yang diberikan, yaitu grand prize berupa 1 unit mobil Honda Brio, kemudian hadiah ke-II berupa uang tunai Rp 50.000.000,- untuk 3 orang pemenang, hadiah ke-III uang tunai Rp 10.000.000,- untuk 5 orang pemenang dan hadiah ke-IV uang tunai Rp 1.000.000,- untuk 230 orang pemenang.

Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat mengucapkan, selamat kepada para pemenang hadiah undian Simpeda Lokal Bank Lampung Tahun 2022.

Ia berharap apresiasi yang diberikan ini dapat meningkatkan loyalitas nasabah terhadap Bank Lampung.

Ia juga mengajak nasabah untuk meningkatkan jumlah saldo tabungan Simpeda di Bank Lampung. Dengan adanya peningkatan saldo maka hadiah yang diberikan juga semakin besar dan banyak.

Apresiasi terhadap nasabah Ini merupakan agenda tahunan Bank Lampung, dan diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan Bank Lampung untuk memenuhi kebutuhan mereka akan jasa layanan perbankan.

Apalagi kini Bank Lampung telah melakukan inovasi. Keberadaan fasilitas baru Bank Lampung seperti L-Online Kartu Debit dan Qris menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Di mana L-Online memiliki banyak fitur dan fasilitas yaitu Informasi Rekening,
Transfer antar sesama Bank Lampung/Bank Lain, Beli/Bayar Isi ulang pulsa, Paket Data Internet, Pasca Bayar, Pembayaran E-Samsat (Pajak Kendaraan Bermotor) Pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan lainnya.

Sementara kartu debit Bank Lampung bisa digunakan di pusat – pusat perbelanjaan mall bahkan tempat makan dimanapun. Dengan begitu nasabah tidak perlu lagi membawa uang tunai saat akan melakukan transaksi. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi dan Bisnis

OJK dan Pemprov Lampung Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah Untuk Percepat Pembangunan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar pertemuan strategis di Kantor OJK Provinsi Lampung, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang penerbitan obligasi daerah dan/atau sukuk daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan pembiayaan proyek-proyek strategis daerah tidak terkendala keterbatasan anggaran di masa mendatang.

Pertemuan yang dipimpin Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi peluang serta persiapan yang diperlukan apabila Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan instrumen pasar modal sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Instrumen obligasi maupun sukuk daerah dinilai dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dalam diskusi tersebut juga dibahas berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan regulasi, kapasitas fiskal daerah, tata kelola, pemilihan proyek yang layak dibiayai, hingga kemampuan pembayaran kembali agar kesehatan fiskal daerah dan kepercayaan investor tetap terjaga.

Kebutuhan akan instrumen obligasi atau sukuk daerah dinilai semakin relevan seiring penurunan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 dan keterbatasan APBD di tengah tingginya kebutuhan pembiayaan infrastruktur guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi Lampung untuk menjadi pionir nasional dalam pemanfaatan instrumen pembiayaan daerah. Selain menawarkan fleksibilitas pembayaran pokok saat jatuh tempo, obligasi dan sukuk daerah juga memungkinkan penentuan imbal hasil serta tenor yang sesuai kebutuhan, dilengkapi fitur buyback tanpa penalti dan fleksibilitas pendanaan bertahap untuk berbagai proyek.

Implementasi skema ini diharapkan dapat mendiversifikasi sumber pembiayaan pemerintah daerah, memperkuat tata kelola keuangan, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang investasi yang aman bagi masyarakat.

Ke depan, obligasi daerah maupun sukuk daerah berpotensi digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis, seperti pembangunan infrastruktur produktif, pengembangan ekonomi hijau, peningkatan konektivitas, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Selain membahas instrumen pembiayaan daerah, forum tersebut juga mendiskusikan penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Karbon Provinsi Lampung serta pengembangan Program DesaKu Maju Lampung “Agrifuture”. Ketiga agenda tersebut dinilai saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan Lampung yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Program DesaKu Maju menargetkan transformasi 2.446 desa di Provinsi Lampung menuju status maju dan mandiri. Program ini diawali melalui proyek percontohan di 30 desa yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

Melalui pengembangan subsektor peternakan sapi potong, program ini menerapkan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan mandiri, dan pupuk hayati, hingga penggemukan ternak, pencatatan digital melalui e-Livestock, hilirisasi produk daging, pengolahan limbah berbasis zero waste, serta integrasi pasar.

Dengan skema kemitraan tertutup (close loop) bersama pihak swasta untuk meminimalkan risiko perbankan, fase awal atau quick wins selama 12 bulan pertama ditargetkan mampu mencetak 300 peternak muda aktif, membentuk 30 klaster komunal, serta mendirikan tiga koperasi peternak.

Menanggapi peluang tersebut, Mulyadi Irsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera membentuk tim khusus guna menindaklanjuti rencana penerbitan obligasi dan sukuk daerah, sekaligus menyusun regulasi pendukung Program DesaKu Maju Agrifuture.

“Pemerintah Provinsi Lampung juga akan melakukan deep dive analysis agar instrumen ini mampu memberikan dampak yang seimbang dan nyata bagi sektor pemerintahan maupun swasta,” ujarnya.

OJK menilai Lampung memiliki potensi ekonomi yang kuat, ditopang sektor pertanian, perkebunan, logistik, pariwisata, dan sumber daya alam yang melimpah.

Dengan perencanaan yang matang dan tata kelola yang baik, berbagai instrumen pembiayaan inovatif diyakini dapat menjadi katalis percepatan pembangunan daerah.
Hasil pertemuan ini akan menjadi masukan penting dalam penyusunan langkah lanjutan, termasuk kajian kelayakan, pemetaan proyek prioritas, penguatan kapasitas kelembagaan, serta penyusunan peta jalan yang komprehensif apabila Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan untuk mengembangkan instrumen obligasi atau sukuk daerah.

Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut bertujuan menghadirkan sumber pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan guna mendukung transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, hijau dan berdaya saing.

“OJK ingin memastikan bahwa setiap instrumen pembiayaan yang dikembangkan bukan sekadar menambah sumber dana pembangunan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membangun Lampung yang lebih maju serta berkelanjutan,” tegas Otto Fitriandy.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading