Connect with us

DPRD

Tanggul Way Napal dan Way Gatel Jebol, Srikandi Gerindra Lampung Minta Kementrian PUPR Bereaksi

Published

on

Foto: Srikandi Gerindra Lampung Elly Wahyuni (istimewa)

 

Alteripost.co, Pringsewu-
Curah hujan tinggi menyebabkan tanggul di Way Napal dan Way Gatel jebol. Akibatnya ratusan hektar lahan pertanian yang berada di Kecamatan Ambarawa, hingga Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu terendam banjir dan merugikan petani karena terancam gagal panen.

Diketahui, wilayah tersebut merupakan penghasil padi terbesar di Kabupaten Pringsewu.

Wakil I Ketua DPRD Provinsi Lampung Elly Wahyuni mengaku prihatin, atas kejadian tersebut, lantaran ratusan petani di Kecamatan Ambarawa bakal terancam gagal panen.

Akibat luapan saluran irigasi di wilayah itu tidak mampu menampung debit air yang berlebih saat curah hujan tinggi.

Sehingga, luapan air hujan dari saluran irigasi tumpah hingga merendam ratusan hektar lahan padi milik petani.

“Ya, tentu saya prihatin dengan kejadian ini, ratusan hektar lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu gagal panen, akibat terendam banjir,” ujarnya, Kamis (27/102022).

Srikandi Gerindra Lampung ini menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya sempat membawa aspirasi petani di wilayah tersebut prihal saluran irigasi. Dengan cara melakukan koordinasi dengan Balai Besar yang membidangi hal tersebut.

Hanya saja, bunda Elly sapaan akrabnya menilai, Balai Besar kurang merespon terhadap aspirasi petani yang dia bawa.

Sehingga, hal yang dikhawatirkanya pun terjadi. Luapan air saluran irigasi meluap hingga ratusan petani menjadi korban karena terancam gagal panen.

Seharusnya, Balai Besar dapat merespon dan bersinergi secara cepat, prihal aspirasi para petani demi mewujudkan semboyan Petani Berjaya Lampung.

Dia meminta, agar Balai Besar tidak hanya duduk manis saja. Pihaknya pun meminta segera melakukan monitoring dan langkah cepat serta tanggap, atas usulan dan keluhan masyarakat dan petani di wilayah tersebut yang bertahun-tahun tidak ada realisasi.

“Bahkan, kami dari DPRD Provinsi Dapil III pernah melakukan monitoring ke lokasi bersama perwakilan Balai Besar, tapi sampai saat ini belum ada realisasi yang diharapkan para petani dan masyarakat,” tandasnya.

Elly pun meminta Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR untuk bereaksi supaya menghasilkan solusi. Sehingga aspirasi dari ratusan petani di Kabupaten Pringsewu ini dapat terealisasi.

Ia pun berharap segera adalah langkah taktis yang diambil Stakeholder terkait.

“Semoga Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR segera bereaksi untuk menghasilkan solusi atas aspirasi dari ratusan Petani ini,” pungkasnya. (Rls/Gus).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD

DPRD Lampung Apresiasi Keberhasilan Polda Ungkap 379 Kasus Narkoba

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran yang berhasil mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Deni pada Senin (28/9/2026). Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta barang bukti lainnya.

Total nilai ekonomis barang bukti yang diamankan disebut mencapai sekitar Rp158,8 miliar.

Menurut Deni, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari dampaknya terhadap upaya melindungi masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.

“Pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Deni menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga. Upaya pencegahan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Ia juga mengajak masyarakat melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar melalui layanan kepolisian 110.

“Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.

Deni berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Lampung yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba, terutama melalui edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading