Lampung
Lepas Kontingen Porwanas, Gubernur Arinal: Tetap Jaga Sportivitas, Harumkan Nama Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Arinal Djunaidi melepas keberangkatan Kontingen Porwanas XIII Tahun 2022 ke Malang-Jawa Timur, bertempat di Mahan Agung, Kamis (17/11/2022).
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan bahwa Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang diadakan setiap tiga tahun sekali ini hendaknya dapat lebih menumbuhkan dan membangun semangat kebersamaan, dapat mempererat keteguhan komponen Pers untuk tetap komit dan menjunjung tinggi etika profesionalisme pers Indonesia.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) juga diharapkan dapat menjadikan Porwanas XIII tahun 2022 sebagai wadah bertukar pikiran sesama wartawan Indonesia dalam menyikapi berbagai isu, baik nasional, regional maupun internasional.
Gubernur juga berpesan, kepada seluruh kontingen PWI Lampung untuk tetap menjunjung sportifitas dan kebersamaan demi untuk menjaga nama baik Lampung.
“Sebagai Gubernur, saya berpesan kepada kontingen PWI Lampung untuk tetap menjunjung sportifitas dan kebersamaan demi untuk menjaga nama baik Lampung diajang Porwanas tingkat Nasional. PWI Lampung juga harus selalu memupuk kebersamaan karena dengan itulah PWI akan semakin kokoh dan semakin dipercaya,” ucapnya.
Diakhir sambutannya, Gubernur Lampung mengucapkan selamat berjuang kepada kontingen PWI yang berangkat untuk Porwanas XIII.
“Selamat berjuang, semoga sukses menjunjung tinggi harkat martabat Lampung dimata nasional,” tutupnya.
Sementara itu, Komandan Kontingen Porwanas XIII PWI Provinsi Lampung Descatama Paksi Moeda dalam laporannya menyampaikan bahwa Kontingen Lampung akan mengikutsertakan 160 orang, yang didalamnya terdapat atlet, official, manajer dan panitia yang akan mengikuti 9 cabang olah raga yaitu atletik, billiar, bulutangkis, bridge, tenis Lapangan, catur, futsal, Tenis Meja, E-Sport dan lomba jurnalistik serta Eksebisi IKWI.
Turut hadir melepas keberangkatan kontingen PWI Lampung, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Forkompinda Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Ketua PWI Provinsi Lampung, Ketua IKWI Provinsi Lampung. (Rls)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

