Connect with us

Politik

Prabowo Subianto – Erick Thohir, Capres dan Cawapres Ideal Hasil Musra Relawan Jokowi Lampung

Published

on

Foto: (kiri) Prabowo Subianto (kanan) Erick Thohir (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Perhitungan voting manual dari Kotak suara Musyawarah Rakyat (Musra) XI Relawan Jokowi Lampung yang dilangsungkan di Rumah Siber Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Rabu 21 Desember 2022 malam.

Dan menghasilkan dukungan Calon Presiden (Capres) kepada Prabowo Subianto dengan perolehan tertinggi mencapai 29 presiden dari total 1.863 surat suara, disusul Calon Wakil Presiden (Cawapres) Erick Thohir.

Dari total 1.863 suara, Prabowo Subianto memperoleh suara terbanyak dengan 541 vote dan Erick Thohir memperoleh suara terbanyak sebagai Cawapres dengan 1.065 vote. Di bawah Prabowo Subianto, ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperoleh 378 suara dan Ketua DPR RI Puan Maharani memperoleh 362 suara.

Kemudian, ada juga pemilih untuk Jokowi tiga periode dengan 208 suara, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 123 suara, lalu ketua PKB Muhaimin Iskandar 87 suara, Erick Thohir 60 suara, Anies Baswedan 59 suara, Mahfud MD 19 suara, Agus Harimurti Yudhoyono 10 suara, Ridwan Kamil 9 suara dan Kaesang Pangarep 4 suara.

Pada perhitungan suara juga muncul nama dua tokoh lokal yakni Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan 4 suara, dan Mantan Kapolda Lampung Ike Edwin dengan total suara abstarin lima suara.

Untuk pilihan Calon Wakil Presiden, tertinggi Erick Thohir, kemudian Puan Maharani dengan 275 suara, Muhaimin Iskandar dengan 166 suara dan Sandiaga Uno 120 suara. Nama Mahfud MD ada 62 suara, Ganjar Pranowo 60 suara, Agus Harimurti Yudhoyono 23 suara, dan Prabowo Subianto 18. Nama Anies Baswedan, Megawati Soekarnoputri, Jokowi, Ricko, Gibran Rakabuming dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim juga diusung Wakil Presiden dengan masing-masing hanya memperoleh 1 suara.

Koordinator Musra XI Relawan Jokowi Lampung Faisol Sanjaya mengatakan, setelah panitia nasional walkout dari Musra, pihaknya melakukan negosiasi terkait pembacaan surat suara 2×24 jam. Kemudian panitia lokal menggelar rapat evaluasi di sekretariat DPW Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Lampung, Selasa 20 Desember 2022.

“Dan panitia lokal sepakat membuka kotak suara yang disegel dan dititipkan di Sekretariat Pujakesuma. Kemudian untuk menjaga netralitas penghitungan kota suara disepakati di Kantor JMSI Lampung. Diterima atau tidak oleh pusat maka akan tetap diumumkan, karena ini amanah rakyat dan suara akar rumput,” katanya.

Perhitungan suara dimulai usai sholat Magrib, dan baru rampung sekitar pukul 23.00. Panitia kemudian merekap hasil, dan disampaikan kepada wartawan yang hadir. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading