Ruwajurai
IMBI Ajak PWI Lampung Berkolaborasi Menyukseskan Elephant Bike Week
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pengurus Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Lampung dibawah kepemimpinan Wendy Melfa mengunjungi Balai Wartawan H. Solfian Akhmad di jalan A. Yani Tanjung Karang, Kota Bandarlampung.
Dalam kunjungannya, mereka disambut langsung oleh Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah dan didampingi Sekjen Andi Panjdaitan, Ketua Siwo Lampung Muslim.
Dalam kunjungannya, Ketua IMBI Lampung, Wendy Melfa mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas sambutan para pengurus PWI Lampung.
“Saya secara pribadi dia mewakili IMBI Lampung atas sambutan PWI Lampung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga, Wendy yang juga mantan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) ini mengajak PWI Lampung untuk dapat mensukseskan kegiatan Lampung Elephant Bike Week yang rencananya akan digelar pada 10-12 Maret 2022.
“Kegiatan ini adalah kegiatan skala nasional yang sudah diputuskan dalam rapat IMBI di Jogja. Kegiatan ini juga sudah kita laporkan untuk meminta dukungan dari Pemprov Lampung. Dan kegiatan ini juga dalam rangka untuk memeriahkan HUT Lampung tahun 2023,” terang Wendy sembari menginformasikan kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh Group Band Type-X.
Wendy mengatakan, kegiatan ini akan diramaikan oleh kurang lebih 500 biker yang berasal dari sejumlah organisasi motor, baik nasional maupun lokal Lampung.
“Dan pada tanggal 10 Februari diharapkan semua peserta sudah ada di Lampung. Dan malamnya kita audiensi langsung dengan Gubernur Arinal di Mahan Agung. Dan dihadiri forkopimda dan kepala daerah se-Lampung,” ujarnya.
Disampaikannya, berbagai macam kegiatan akan digelar dalam acara Lampung Elephant Bike Week. Diantaranya, tanam pohon mangrove, memberikan bantuan kepada masyarakat, pesta rakyat, bazar UMKM, hiburan rakyat, serta memberikan bantuan untuk para Ojol di Lampung.
Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga untuk mempromosikan potensi serta wisata yang ada di Provinsi Lampung.
“Insya Allah semua kegiatan ini sudah terjadwal dan terkonfirm. Maka dari itu, kami dari IMBI sangat mengharapkan PWI Lampung untuk dapat mensupport kegiatan ini agar dapat berjalan sukses,” jelasnya.
Dirinya juga menegaskan, kegiatan Lampung Elephant Bike Week ini digelar untuk menghapus stigma negatif di masyarakat kepada kelompok motor.
“Dari kegiatan ini kita akan menunjukkan kalau kelompok motor ini bisa juga memberikan hal-hal yang positif bagi masyarakat. Dengan cara kita dapat melakukan kegiatan positif dan memberikan bantuan kepada masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah mengapresiasi serta mendukung kegiatan Lampung Elephant Bike Week yang akan digelar oleh IMBI Lampung.
“Kami, PWI Lampung sangat menyambut baik kegiatan yang akan dilakukan oleh IMBI Lampung ini. Kita, siap mensupport kegiatan IMBI Lampung dalam hal pemberitaan untuk mensosialisasikan ke masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Wira ini.
Terlebih, lanjut Wira, PWI Lampung memiliki kedekatan dengan Ketua IMBI Lampung Wendy Melfa yang juga pernah menjadi tim hukum PWI.
“Jadi disini kami merasa terpanggil untuk mensukseskan kegiatan ini. Apalagi bang Wendy ini juga keluarga PWI,” kata dia. (*)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

