Connect with us

Lampung

Terus Menjaga Sinergitas Dengan Pemprov Lampung, PT IEA Siap Ciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Lampung-
PT Indonesia Evergreen Agriculture (PT. IEA) sesuai dengan agenda dari Team Dinas Tenaga Kerja Propinsi Lampung berkunjung ke unit kerja PT. IEA di Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, selasa, (28/02 2023).

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka Silaturahmi dan kunjungan kerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung pada PT. Indonesia Evergreen Agriculture serta penyerahan Piagam Penghargaan Pemenang LKS Bipartit Award Tingkat III Provinsi Tahun 2022.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi (Kadisnaker) Lampung, Agus Nompitu kepada Zhang Nian Direktur Operasional PT. IEA yang didampingi Ketua LKS Bipartit I Gede Putu Suardi dan Hadi Santoso HRGA PT. IEA. Selain itu, kegiatan pemberian penghargaan ini dihadiri pula oleh beberapa pejabat di Dinas Tenaga Kerja Propinsi Lampung yaitu Soleha Hardiana Yulianti, S.Sos, M.IP, Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja, Drs. Tibransyah, M.M, Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan) M. Risco Irawan, S.STP, M.Si Kepala UPTD Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja, beserta dengan pejabat dan staf di lingkungan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung karyawan dan karyawati PT Indonesia Evergreen Agricultur.

Dalam sambutannya, Zhang Nian mengungkapkan, penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen PT. IEA dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan di perusahaan dan patuh dalam melaksanakan perintah Undang – Undang.

Serta berterimakasih kepada seluruh karyawan dan karyawati IEA serta unsur terkait sehingga dapat tercipta hubungan industri yang harmonis. Bapak Zhang Nian juga mengucapkan terima kasih atas prestasi yang telah dicapai oleh Team LKS Biparti PT. IEA “Hubungan baik antara PT. IEA dan Pemerintahan harus tetap dijaga dan bersinergi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu dilakukan kunjungan lapangan untuk melihat proses produksi pakan ikan dan udang oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan beserta pejabat Dinas Tenaga Kerja Propinsi Lampung yang di damping Bapak Chen Tufu sebagai Direktur Produksi PT. IEA. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading