Bandar Lampung
Warga Sukadanaham Dapat Hadiah Umroh dari Wali Kota Bandar Lampung
Alteripost.co Bandar Lampung – Warga menyerbu pasar murah di Kelurahan Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Jumat (31/03/2023) pukul 08.00 WIB.
Kedatangan mereka menghadiri pasar murah yang digelar Pemkot Bandar Lampung. Pasar murah yang digelar di halaman Kelurahan Sukadanaham berjalan dengan kondusif walaupun banyak warga yang berdatangan dan sangat antusias.
Dengan adanya operasi pasar murah ini membantu masyarakat, operasi pasar murah berupa beras, tepung dan gula itu disubsisi. Harganya jauh dari harga pasar, seperti beras di pasar dengan harga Rp56 ribu sedangkan di pasar murah hanya Rp49 ribu.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana tak hanya mengadakan operasi pasar murah. Pun memberikan hadiah umroh kepada warga yang juga guru ngaji, Munawati (55).
“Operasi pasar murah diadakan serentak ditl tiga tempat yaitu Kelurahan Sukadanaham, Gedong Aer dan Segalamider, kunjungan pertama di Kelurahan Sukadanaham,” ujar Lurah Sukadanaham, Ferdiana Sari. (Endang).
Bandar Lampung
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemkot Bandar Lampung Prioritaskan Infrastruktur Jalan
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan tahun 2026 sebagai strategi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Lebih dari 200 ruas jalan akan diperbaiki secara bertahap di seluruh penjuru kota.
Wali Kota Eva Dwiana menegaskan, pembangunan tersebut dirancang bukan hanya untuk menjawab keluhan kerusakan jalan, tetapi juga sebagai langkah strategis meningkatkan daya saing kota.
“Tak hanya perbaikan biasa, delapan ruas jalan kota akan dibangun dengan konstruksi rigid beton. Penggunaan material ini dipilih untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan dan cuaca, sehingga memberikan manfaat jangka panjang serta mengurangi risiko kerusakan dalam waktu dekat,” ujar Wali Kota, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi dan tonase berat memang membutuhkan konstruksi yang lebih kuat. Dengan rigid beton, usia pakai jalan diharapkan lebih panjang serta mampu menekan biaya pemeliharaan rutin.
Selain pembangunan di tingkat lingkungan dan jalan penghubung, Pemkot juga memberi perhatian khusus pada pembenahan jalan protokol. Ruas-ruas utama ini dinilai memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi barang dan jasa, hingga mobilitas masyarakat.
“Perbaikan jalan protokol ini penting karena menjadi akses utama aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Kita ingin memberikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” tambahnya.
Dengan target lebih dari 200 ruas jalan diperbaiki, delapan di antaranya menggunakan konstruksi rigid beton, serta penataan jalan protokol, Pemkot optimistis program infrastruktur 2026 akan memberikan dampak nyata.
“Pembangunan bukan sekadar membangun fisik, tetapi menghadirkan kenyamanan dan harapan baru bagi warga kota,” tegas Eva Dwiana.(*)

