Connect with us

Lampung

Kenalkan Pariwisata di Lampung, Putri Indonesia Kunjungi Beberapa Spot Wisata

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Putri Indonesia mengunjungi beberapa lokasi wisata yang ada di Lampung, Selasa (09/05/2023).

Ketua Panitia Muhammad Najib menjelaskan, ada beberapa tujuan destinasi wisata yang dikunjungi oleh 45 Finalis Putri Indonesia.

Adapun lokasi yang menjadi kunjungan, ada 3 Kabupaten/Kota diantaranya Kota Bandarlampung, Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus.

Dalam kunjungan di Bandarlampung, 6 finalis Putri Indonesia yang mewakili dari berbagai kota/kabupaten se-Indonesia seperti Jawa Tengah, DIY 2, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Riau.

Kunjungan pertama, para finalis putri Indonesia berkunjung ke Dekranasda Lampung, UMKM Rumah Batik yang merupakan khas Lampung dan kunjungan ke pabrik kopi PT. asia Makmur yang ada di Panjang.

“Mereka juga berkunjung ke pantai marina bay dan Mutun untuk melihat keindahan Wisata yang ada di Lampung,” ungkap Ketua HIPMI Lampung, Ahmad Giri Akbar.

Selain di Bandar Lampung, sambung Giri, tim finalis Putri Indonesia juga mengunjungi lokasi di Kabupaten Tanggamus.

Di Kabupaten Tanggamus, para Finalis Putri Indonesia mengunjungi Galeri Dija yang merupakan para pengrajin tapis motif belah ketupat.

“Kalau di Bandar Lampung yang menyambutnya ibu Gubernur Lampung Riana Sari Arinal. Tapi, kalau di Tanggamus yang menyambut finalis Putri Indonesia yakni Ibu Bupati Tanggamus Dewi Handajani,” ucapnya.

Usai berkunjung ke pengrajin tapis, para finalis Putri indonesia berkunjung ke Bukit Idaman yang ada di Gisting.

“Di Tanggamus ini, ada 13 Finalis Putri Indonesia yang ikut. Selain ke Bukit Idaman, mereka juga berkunjung ke Way Lalaan. Di Way Lalaan ini, mereka diberi kesempatan menggunakan Kain sulam usus,” jarnya.

Berbeda dengan yang di Pesawaran, sambung Giri, para finalis Putri Indonesia berkunjung ke Pelabuhan Ketapang yang disambut Bupati Dendi Romadhona dan Ibu Bupati Pesawaran.

“Di pelabuhan itu, kami berangkat naik kapal ke Pulau Pahawang. Di sana, mereka berfoto dan membuat video promosi untuk Destinasi Wisata yang ada di sekitar Pesawaran. Baik di Villa Ladania maupun di Villa Andreas,” Katanya.

Ahmadi Giri menambahkan, kunjungan para finalis putri Indonesia ini, untuk memperkenalkan wisata yang ada di Lampung maupun UMKM yang ada di Lampung.

“Jadi, sepulangnya mereka dari Lampung, kami berharap para finalis Putri Indonesia bisa memperkenalkan dan menceritakan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahkan Dunia, seperti apa keindahan Wisata di Lampung dan bagaimana UMKM di Lampung. Kami ingin wisata dan UMKM di Lampung bisa mendunia,” harapnya. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Internal, Optimis Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efektif dan Bersih

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung- Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka kegiatan Capacity Building Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) menuju efektivitas dan efisiensi Rencana dan Anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah dan narasumber Kepala BPKP Lampung tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Senin (25/5/2026).

​Dalam arahannya, Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa posisi pemerintah saat ini berada di ruang terbuka yang diawasi secara langsung oleh seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengubah pola pikir dalam penyusunan program kerja kedinasan.

​”Kita hari ini sebagai pemerintah tidak boleh membuat suatu program yang penting buat program, tapi membuat program yang penting,” tegas Jihan Nurlela saat memberikan arahan.

Ia memandang momentum capacity building ini sangat strategis sebagai langkah evaluasi sekaligus persiapan menghadapi penilaian maturitas SPIP terintegrasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia mengimbau agar SPIP tidak lagi dianggap sebagai gugus kewajiban administratif, melainkan diinternalisasi menjadi ideologi dan budaya kerja harian.

​Guna mempercepat perbaikan sistem pengendalian tersebut, Wagub menyampaikan lima poin arahan utama yang wajib diimplementasikan oleh seluruh jajaran perangkat daerah. Poin pertama yang ditekankan secara lugas adalah mengenai penguatan komitmen pimpinan sebagai motor penggerak instansi.

Ia menekankan bahwa seorang pimpinan daerah harus memiliki rasa memiliki (owning) yang tinggi terhadap sistem dan instansi yang dipimpinnya.

​Selanjutnya, Wagub Jihan menjabarkan empat arahan lainnya, yakni pentingnya mengedepankan integritas dalam kesatuan perencanaan dan kinerja agar tidak berjalan secara parsial; penerapan manajemen risiko yang efektif dan berkelanjutan pada tiap program; optimalisasi peran APIP (Inspektorat) sebagai quality assurance dan consulting partner; serta penanaman budaya integritas dan akuntabilitas di sanubari setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Di akhir arahannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BPKP Provinsi Lampung yang terus konsisten mendorong penguatan SPIP-T di lingkungan pemerintah daerah.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para asesor serta memperkuat komitmen kepala daerah beserta jajaran kepala OPD dalam memitigasi risiko program kerja.

Inspektur Bayana melaporkan, ​tingkat kematangan (maturitas) SPIP Provinsi Lampung berada pada Level 3 (Terdefinisi) dengan skor 3.200, sementara indeks manajemen risiko berada pada angka 3,073. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kualitas pengawasan internal secara berkala agar indeks efektivitas pengendalian korupsi dapat terus dioptimalkan.

​Di sisi lain, Pemprov Lampung terus bergerak maraton dalam menyelesaikan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) temuan BPK serta menggenjot perbaikan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) yang pada tahun 2025 lalu mencatatkan skor 69. Kerja keras jajaran pengawasan internal dalam dua bulan terakhir menunjukkan progres signifikan, di mana pengembalian kerugian keuangan negara berhasil dioptimalkan hingga mencapai hampir Rp7 Miliar.

​Guna menyelesaikan temuan menahun yang sulit ditindaklanjuti secara faktual, seperti kendala subjek yang telah meninggal dunia atau ketidakjelasan objek, Pemprov Lampung bekerja sama dengan BPK dan Asisten Datun akan menempuh mekanisme Sidang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) untuk penghapusan administrasi keuangan sesuai jalur hukum yang berlaku.

​Langkah tegas juga diupayakan dalam perluasan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Setelah kesuksesan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung meraih predikat ZI, Pemprov Lampung kini tengah mempersiapkan sejumlah OPD pelayanan publik lainnya, termasuk jajaran Dinas Pendidikan yang sosialisasinya akan mulai diakselerasi pada awal Juni mendatang.

​Melalui penguatan kapasitas asesor dan komitmen kepemimpinan di setiap instansi, Pemprov Lampung optimistis seluruh target capaian akuntabilitas, penurunan risiko program, hingga pembersihan aspek administrasi pihak ketiga dapat diselesaikan secara tuntas pada tahun anggaran 2026 untuk menjaga marwah dan wibawa pembangunan daerah. (Red)

Facebook Comments Box
Continue Reading