Connect with us

Politik

Profil Elly Wahyuni, dari Akademisi Jadi Politisi, Partai Gerindra Selalu di Hati

Published

on

Foto: Bendahara DPD Gerindra Lampung Elly Wahyuni (Alteripost)

 

Alteripost., Bandarlampung-
DPD Gerindra Lampung patut berbangga karena memiliki banyak Kader-kader muda yang potensial dan juga ada yang kaya pengalaman, serta telah melalang buana di kancah dunia perpolitikan, khususnya di Provinsi Lampung.

Salah satu sosok kader Gerindra yang kaya akan pengalaman tersebut layak disematkan kepada Srikandi Gerindra Lampung yang juga Wakil Ketua I DPRD Lampung Elly Wahyuni SE., MM.

Wanita kelahiran Bandarlampung, 25 Juni 1962 tersebut, sudah tak asing lagi dalam dunia perpolitikan di Provinsi Lampung. Bagaimana tidak, ia telah menjadi anggota DPRD tiga periode, sejak tahun 2009 sampai sekarang masa jabatan 2019-2024.

Jika di telisik latar belakangnya, rupanya Elly Wahyuni awalnya merupakan seorang Dosen ataupun Akademisi. Namun, singkat cerita kenapa Elly Wahyuni bisa banting stir menjadi politisi, ia mengaku karena diajak teman untuk masuk ke dunia politik.

Waktu itu, kata dia, dirinya langsung tertarik terjun ke dunia politik karena diajak teman masuk ke Partai Gerindra.

“Awalnya diajak teman untuk masuk ke dunia politik dan jadi kader Partai Gerindra. Saat itu, saya telusuri siapa Ketua umum Partai Gerindra dan apa visi-misinya. Setelah saya dalami, rupanya tujuan Partai Gerindra selaras dengan keinginan saya. Sehingga saya putuskan bergabung bersama Partai Gerindra,” ucap wanita yang kerap disapa Mami Elly tersebut.

Berlandaskan visi-misi yang selaras, Elly Wahyuni pun makin jatuh hati kepada Partai Gerindra. Selain itu, dirinya juga kagum melihat sosok dari Prabowo Subianto.

Ia mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto adalah seorang pemimpin yang visioner, bijaksana dan berwibawa. Selain itu, Elly Wahyuni pun menilai bahwa sosok Prabowo Subianto sudah sangat tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Jokowi di 2024 nanti.

“Jujur, saya kagum melihat sosok dari Pak Prabowo. Beliau memang orangnya sangat visioner, bijaksana dan berwibawa, tentunya saya pribadi akan terus bekerja keras khususnya di Provinsi Lampung ini, untuk menghantarkan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) di 2024,” tegas Ketua PIRA Lampung tersebut.

Wanita yang menjabat sebagai Bendahara DPD Gerindra Lampung ini juga menegaskan, dirinya bakal terus berbuat dan bermanfaat bagi kepentingan rakyat.

“Kita sebagai anggota DPRD punya kewajiban moral untuk terus memperjuangkan keinginan masyarakat, karena kita ingin terciptanya Indonesia yang Adil dan Makmur, tentunya ini juga merupakan Cita-cita dari Bapak Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Selain itu, Elly Wahyuni juga dikenal sangat responsif dalam hal tolong menolong. Karena ia sangat rajin turun ke bawah untuk menemui dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, musibah ataupun bencana.

Berikut Riwayat Pendidikan Elly Wahyuni

Sekolah Dasar (SD) Xaverius Teluk Betung, Bandarlampung 1972

Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 1 Teluk Betung, Bandarlampung1978

Sekolah Menengah Atas (SMA) Xeverius Pahoman 1981

Strata (S1) Universitas Lampung (Unila) Ilmu Ekonomi 1986

Strata (S2 ) Universitas Bandar Lampung (UBL) Manajemen 2004

Riwayat Pekerjaan

Dosen UBL (1987 – sekarang)

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung periode 2009 – 2014

Anggota Komisi 3 DPRD Provinsi Lampung (2009 – 2014 periode

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung 2014 – 2019 periode

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung periode 2014 – 2019

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung dari Partai Gerindra periode 2019 – 2024

Riwayat Organisasi
Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (MAHEPEL) Unila

Cendikia Unila

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW)

Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI). (Konten khusus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Belum Ada SK, Rycko Menoza Dorong Pelantikan Pengurus Golkar Bandar Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung masih menjadi tanda tanya setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar pada Senin (21/9/2026).

Persoalan tersebut mencuat setelah adanya perbedaan informasi mengenai proses penyusunan kepengurusan pasca-Musda. Ketua terpilih Rycko Menoza kemudian menggelar konferensi pers pada Selasa (22/9/2026) untuk memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.

Rycko Menoza mengatakan, setelah dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih, proses penyusunan kepengurusan seharusnya dilakukan melalui tim formatur yang telah dibentuk dalam Musda.

Menurutnya, tim formatur memiliki peran penting dalam membahas dan menyepakati komposisi kepengurusan sebelum ditetapkan secara resmi.

Namun, Rycko mengaku mendapatkan informasi bahwa tim formatur belum melakukan rapat untuk membahas susunan kepengurusan secara bersama-sama. Di sisi lain, secara tiba-tiba muncul susunan kepengurusan yang beredar.

“Dari tim formatur sendiri menyampaikan bahwa mereka belum mengadakan rapat apa pun. Tetapi tiba-tiba sudah ada susunan kepengurusan. Ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar Rycko Menoza dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).

Menurut Rycko, kondisi tersebut perlu segera diperjelas agar tidak menimbulkan kebingungan di internal Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Ia menilai, setelah Musda selesai, tahapan berikutnya seharusnya dapat berjalan secara terarah sehingga kepengurusan baru segera terbentuk dan dapat menjalankan roda organisasi.

Ingin Segera Bekerja

Rycko menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan mengenai susunan kepengurusan berlarut-larut. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah adanya kejelasan mengenai struktur kepengurusan sehingga roda organisasi dapat segera berjalan.

Ia mengatakan, dirinya bersama jajaran yang nantinya menjadi bagian dari kepengurusan pada dasarnya telah siap bekerja menjalankan program-program Partai Golkar di Kota Bandar Lampung.

“Kami mau bekerja, tetapi apa daya SK kami belum ada. Jadi harapan kami pelantikan ini segera dilaksanakan dengan kepengurusan yang jelas. Kami ingin segera bekerja dan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Rycko menyebut, kejelasan kepengurusan menjadi penting karena setelah proses Musda, organisasi membutuhkan kepastian mengenai siapa saja yang akan menjalankan tugas dan fungsi di jajaran DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Dengan adanya kepengurusan yang telah ditetapkan secara resmi, berbagai agenda organisasi diharapkan dapat segera dijalankan tanpa terkendala persoalan administratif maupun ketidakjelasan struktur.

Tim Formatur Akan Gelar Rapat Lanjutan

Sementara itu, dari sisi tim formatur, munculnya susunan kepengurusan yang telah beredar menjadi bagian dari persoalan yang akan dibahas lebih lanjut.

Tim formatur menyatakan akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas penyusunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Rapat tersebut nantinya menjadi forum untuk membahas komposisi kepengurusan serta memastikan struktur organisasi yang akan diajukan secara resmi.

Tim formatur juga menegaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan masih perlu dibahas bersama agar terdapat kesepahaman di antara pihak-pihak yang memiliki mandat dalam tim formatur.

Dengan adanya rencana rapat lanjutan tersebut, proses penyusunan kepengurusan diharapkan dapat segera menemukan titik terang sehingga tidak lagi menimbulkan simpang siur di internal partai.

Rycko berharap hasil rapat formatur nantinya dapat menjadi dasar untuk segera menyelesaikan tahapan administrasi kepengurusan hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan.

Dorong Penyelesaian Secara Internal

Rycko juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tersebut melalui mekanisme organisasi.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembentukan kepengurusan memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan Partai Golkar Kota Bandar Lampung dapat segera menjalankan agenda organisasi.

Ia berharap proses pembahasan di tingkat formatur dapat berlangsung secara terbuka dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama.

“Intinya kami berharap semuanya segera jelas. Kalau kepengurusan sudah jelas, SK sudah ada, kemudian dilantik, kami bisa langsung bekerja. Jangan sampai karena persoalan administrasi dan kepengurusan ini, kerja-kerja organisasi justru tertunda,” pungkas Rycko Menoza.

Dengan demikian, tahapan pasca-Musda XI saat ini masih menunggu hasil pembahasan tim formatur. Kepengurusan yang sebelumnya beredar juga masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu diklarifikasi dan disesuaikan dengan hasil rapat formatur.

Sementara itu, hingga Selasa (22/9/2026), waktu pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 belum ditetapkan secara pasti.

Rapat lanjutan tim formatur diharapkan menjadi langkah untuk memperjelas komposisi kepengurusan sekaligus mempercepat proses penerbitan SK dan pelantikan pengurus baru. (Radian)

Facebook Comments Box
Continue Reading